FACEINDONESIA.CO.ID – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengimbau pemerintah daerah (Pemda) untuk memfasilitasi kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 karena dinilai dapat memberi dampak ekonomi bagi daerah.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan Kemendagri telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.2.7/4657/SJ kepada gubernur serta bupati/wali kota sebagai dasar pelaksanaan dukungan kegiatan nobar di masing-masing wilayah.
Dukungan tersebut mencakup penyediaan sarana dan prasarana, pengaturan lalu lintas, pengelolaan kebersihan, hingga kebutuhan teknis lainnya agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
Menurut Tito, momentum Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada 11 Juni–19 Juli dapat dimanfaatkan sebagai hiburan positif sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Kemendagri juga meminta pelaksanaan nobar dikoordinasikan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Selain menjadi ruang hiburan masyarakat, kegiatan nobar dinilai berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi daerah. Kehadiran warga di lokasi nobar dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal, UMKM, BUMD, hingga komunitas kepemudaan.
“Kalau ada nobar, masyarakat berkumpul dan itu dapat mendorong UMKM bergerak serta meningkatkan aktivitas ekonomi daerah,” ujar Tito.
Kemendagri juga meminta Pemda melakukan sosialisasi secara aktif agar manfaat kegiatan nobar bisa dirasakan lebih luas.
Direktur Utama TVRI Tubagus Fiki Chikara Satari menyebut dukungan tersebut dapat menjadi pengungkit ekonomi daerah. Berdasarkan simulasi TVRI, potensi dampak ekonomi dari penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026 diperkirakan mencapai Rp2,34 triliun jika berlangsung di 5.864 lokasi selama 50 malam.
Estimasi tersebut dihitung dengan keterlibatan rata-rata empat UMKM di setiap lokasi dan potensi perputaran ekonomi sekitar Rp46,91 miliar per malam.
“Kalau semuanya aktif, dampaknya akan sangat besar,” kata Fiki.(DEN)





