Jasa Marga Lakukan Rekonstruksi Perkerasan dan SFO di Ruas Tol Jagorawi

Dok. Jasa marga

FACEINDONESIA.CO.ID – Untuk menjaga kualitas performa jalan dan menjamin keamanan berkendara pengguna jalan di Ruas Tol Jagorawi, Jasa Marga melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) melaksanakan preservasi rutin.

Pekerjaan rekonstruksi perkerasan dan Scrapping, Filling, and Overlay (SFO) tersebut dilaksanakan mulai Senin (15/06) pukul 10.00 WIB hingga Senin (22/06) pukul 04.00 WIB. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Jasa Marga dalam meningkatkan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) lajur tol.

Bacaan Lainnya

Dalam menjaga kelancaran arus kendaraan dan mengantisipasi terjadinya penyempitan lajur selama proses pengerjaan, Jasa Marga bersama PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) telah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas dan pengamanan area kerja. Berbagai instrumen keselamatan mulai dari rambu petunjuk darurat, lampu selang pada malam hari, hingga penyiagaan petugas pengatur lajur dikerahkan secara optimal di setiap zona perbaikan agar pergerakan kendaraan tetap mengalir aman.

Adapun rangkaian pekerjaan di Ruas Tol Jagorawi ini akan menyasar beberapa titik, yaitu sebagai berikut:

1. Pekerjaan Rekontruksi Perkerasan

Arah Jakarta
* Lajur Bahu Luar, KM 33+950 s.d. KM 33+800, dilaksanakan pada Senin, 15 Juni 2026 pukul 10.00 WIB s.d. Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 05.00 WIB;
* Off ramp Sentul Sirkuit, tutup lajur hari Senin 15 Juni 2026 pukul 10.00 WIB, open traffic hari Kamis 18 Juni 2026 pukul 05.00 WIB.

Arah Ciawi
* Lajur 1, KM 7+400 s.d. KM 7+480, tutup lajur pada hari Rabu, 17 Juni 2026 pukul 10.00 WIB, open traffic Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 05.00 WIB.

2. Pekerjaan Scrapping, Filling, dan Overlay (SFO)

Arah Ciawi
* Lajur 1, KM 30+652 s.d. KM 30+825, dilaksanakan pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 10.00 WIB s.d. Rabu, 17 Juni 2026 pukul 04.00 WIB;
* Lajur 1, KM 31+242 s.d. KM 31+120, dilaksanakan pada Kamis, 18 Juni 2026 pukul 10.00 WIB s.d. Jumat, 19 Juni 2026 pukul 04.00 WIB;
* Lajur 1, KM 31+120 s.d. KM 30+995, dilaksanakan pada Jumat, 19 Juni 2026 pukul 10.00 WIB s.d. Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 04.00 WIB;
* Lajur 1, KM 30+995 s.d. KM 30+870, dilaksanakan pada Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 10.00 WIB s.d. Minggu, 21 Juni 2026 pukul 04.00 WIB;
* Lajur 4, KM 27+272 s.d. KM 27+473, dilaksanakan pada Minggu, 21 Juni 2026 pukul 10.00 WIB s.d. Senin, 22 Juni 2026 pukul 04.00 WIB.

Arah Jakarta
* Lajur 1, KM 33+395 s.d. KM 33+227, dilaksanakan pada Senin, 15 Juni 2026 pukul 10.00 WIB s.d. Selasa, 16 Juni 2026 pukul 04.00 WIB;
* Lajur 2, KM 37+000 s.d. KM 36+850, dilaksanakan pada Rabu, 17 Juni 2026 pukul 10.00 WIB s.d. Kamis, 18 Juni 2026 pukul 04.00 WIB.

Lajur yang menjadi objek perbaikan untuk sementara waktu tidak dapat dilintasi demi keamanan bersama. Kendati demikian, pengguna jalan tidak perlu khawatir karena lajur lainnya tetap dapat digunakan sebagai jalur lalu lintas secara normal selama proses preservasi berlangsung.

Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Alvin Andituahta Singarimbun, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan preservasi ini intensif dilakukan untuk menjaga kualitas performa jalan tol Jagorawi yang karakteristik mobilitasnya sangat dinamis.

“Ruas Tol Jagorawi memiliki karakteristik mobilitas komuter harian yang sangat tinggi dengan pergerakan yang dinamis. Preservasi rutin ini menjadi langkah konkret Jasa Marga dalam Melayani Sepenuh Hati demi memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kenyamanan publik, sekaligus mewujudkan konektivitas yang aman, nyaman, dan berkeselamatan. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi kecepatan berkendara yang aman di zona kerja dan secara aktif memantau rute alternatif melalui aplikasi Travoy,” ujar Alvin.

Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat proses preservasi tersebut. Jasa Marga juga mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan tol agar selalu waspada, mematuhi rambu-rambu kerja, serta mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Masyarakat juga diharapkan dapat mengatur waktu keberangkatan secara bijak serta memastikan kecukupan saldo kartu elektronik sebelum memasuki gerbang tol untuk menghindari antrean. (SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *