FACEINDONESIA.CO.ID-Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi dukungan Danantara dalam memperkuat pembiayaan sektor perumahan nasional melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.
Melalui skema tersebut, Danantara menyiapkan pendanaan hingga Rp130 triliun untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto di sektor perumahan.
Maruarar mengatakan, realisasi penyaluran KUR Perumahan saat ini telah mencapai Rp19,24 triliun atau sekitar 54 persen dari alokasi awal Rp36 triliun. Dana tersebut telah disalurkan kepada 91.045 debitur di berbagai daerah di Indonesia.
“Realisasi KUR Perumahan sudah mencapai sekitar 54 persen dari total anggaran Rp36 triliun dan telah dimanfaatkan oleh 91.045 debitur,” ujar Ara, Jumat (26/6).
Melihat tingginya minat masyarakat, pemerintah memutuskan menambah alokasi anggaran sebesar Rp14 triliun. Dengan demikian, total anggaran KUR Perumahan tahun ini meningkat menjadi Rp50 triliun.
Menurut Ara, program ini menjadi langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkuat sektor UMKM melalui pembiayaan perumahan.
Dalam implementasinya, Danantara berperan sebagai penyedia dana dan investor utama. Sementara Kementerian PKP menyusun regulasi teknis, dan penyaluran dilakukan melalui bank-bank Himbara, bank pembangunan daerah, serta bank swasta.
KUR Perumahan juga dirancang untuk mendukung seluruh rantai pasok industri perumahan, mulai dari pengembang, kontraktor, produsen bahan bangunan, toko material hingga pelaku UMKM.
Di sisi lain, masyarakat dapat memanfaatkan program ini untuk membeli, membangun, merenovasi, maupun meningkatkan kualitas hunian.
Pemerintah juga memastikan suku bunga KPR subsidi tetap dipertahankan sebesar 5 persen untuk rumah tapak dan 6 persen untuk rumah susun dengan tenor hingga 40 tahun.(HER)






