Mandiri Taspen Pastikan Layanan Purwokerto Tetap Normal

FACEINDONESIA.CO.ID-Bank Mandiri Taspen (Mantap) memastikan seluruh layanan perbankan di Kantor Cabang Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tetap berjalan normal di tengah audiensi sejumlah nasabah terkait perkembangan kasus dugaan penipuan investasi.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Taspen, Tulus P Hutarabat, menyampaikan pihaknya menghargai kedatangan para nasabah dan telah melakukan dialog secara terbuka guna menjelaskan langkah penanganan kasus yang sedang berlangsung.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, perusahaan memahami kondisi para nasabah yang terdampak dan telah melaporkan perkara tersebut kepada aparat penegak hukum serta menghormati seluruh proses hukum yang berjalan.

Sebagai bentuk dukungan kepada nasabah, Bank Mandiri Taspen juga membuka posko layanan informasi serta membantu penyediaan data dan dokumen yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan.

Selama proses audiensi berlangsung, operasional kantor cabang tetap berjalan normal dan seluruh layanan transaksi maupun pelayanan kepada masyarakat tetap tersedia tanpa gangguan.

Khusus bagi nasabah pensiunan, kantor cabang turut menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta tenaga medis untuk mengantisipasi gangguan kesehatan selama kegiatan berlangsung.

Selain itu, perusahaan terus memperkuat edukasi literasi keuangan kepada nasabah agar masyarakat semakin memahami pengelolaan keuangan dan lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan berkedok investasi.

Bank Mandiri Taspen menegaskan komitmennya mendukung penyelesaian kasus melalui jalur hukum dan mengajak para korban untuk aktif membantu proses penyidikan dengan melapor kepada kepolisian.

Sebelumnya, Polresta Banyumas telah menetapkan seorang mantan pegawai bank berinisial N alias D sebagai tersangka. Polisi memperkirakan total kerugian korban mencapai sekitar Rp25 miliar dengan jumlah korban lebih dari 100 orang.

Penyidik juga membuka peluang pengembangan kasus ke dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) guna menelusuri aliran dana serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.(SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *