FACEINDONESIA.CO.OD – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memberikan pembinaan kepada pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen se-Daerah Istimewa Yogyakarta dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan pembukaan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya Pola Blended –Magang Gelombang 2 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya.
Dalam arahannya, Mendikdasmen menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang kolegial di lingkungan Kemendikdasmen. Menurutnya, budaya tersebut menjadi fondasi penting agar setiap UPT mampu memperkuat sinergi dan memberikan layanan yang semakin efektif kepada masyarakat. “Kami ingin membangun sebuah budaya di kementerian dengan ramah dan santun itu, kerja dan kinerja yang kolegial. Sehingga balai-balai itu kami harapkan tidak bekerja sendiri-sendiri tapi juga bekerja bersinergi dan bekerja saling memperkuat satu dengan yang lain,” ujar Abdul Mu’ti, Rabu (8/7).
Ia menjelaskan bahwa seluruh insan pendidikan di lingkungan UPT perlu membangun ruang kolaborasi untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan. Menurutnya, budaya saling belajar akan memperkuat kualitas layanan pendidikan sekaligus membangun semangat bekerja sebagai satu tim. “Jangan hanya para Kepala Balainya saja yang menemui saya ketika saya kunjungan. Tetapi para insan pendidikan di UPT ini harus saling bertemu satu dengan yang lain. Buatlah forum-forum di mana di situ terjadi proses exchange , proses pertukaran pengalaman, proses di mana kita sharing memperkaya satu dengan yang lain dari segi pengalaman, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya,” kata Abdul Mu’ti.
Mendikdasmen juga menyampaikan bahwa Kementerian tengah menata sistem kerja UPT agar semakin terintegrasi. Ia berharap tidak ada lagi sekat antarsatuan kerja sehingga setiap kebijakan kementerian menjadi tanggung jawab bersama untuk disukseskan. “Kami ingin untuk sekat-sekat seperti itu bisa lebih kita bongkar dengan kinerja yang semakin terintegrasi dengan memperkuat kolegialitas. Sehingga walaupun SPMB itu memang strukturalnya ada di penjaminan mutu, tapi tidak berarti GTK tidak ikut, Seni Budaya tidak ikut, Bahasa tidak ikut,” jelasnya.
Selain memperkuat sinergi internal, Abdul Mu’ti juga mengajak seluruh pegawai UPT berperan aktif menyampaikan berbagai kebijakan Kemendikdasmen kepada masyarakat. Menurutnya, komunikasi publik tidak hanya menjadi tanggung jawab unit humas Kementerian, tetapi juga seluruh insan pendidikan. “Kami minta semua itu menjadi humasnya kementerian. Ada kebijakan apa, tolong diisi juga informasi-informasi tentang kebijakan kementerian. Semuanya bisa menjadi marketers kementerian,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen memperkenalkan prinsip SIMI, yaitu Sosialisasi, Informasi, Mitigasi, dan Intervensi, sebagai pendekatan dalam memperkuat komunikasi publik kementerian. Melalui pendekatan tersebut, setiap UPT diharapkan mampu menyosialisasikan kebijakan, menyampaikan capaian kementerian kepada masyarakat, memitigasi potensi isu, serta meluruskan informasi yang keliru.
Ia menegaskan bahwa berbagai capaian Kemendikdasmen perlu diketahui masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap layanan pendidikan. Karena itu, seluruh insan pendidikan juga diharapkan aktif melakukan mitigasi terhadap isu yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta meluruskan informasi yang keliru di ruang publik.
Mendikdasmen juga mengingatkan pentingnya peran UPT dalam meluruskan informasi yang tidak tepat agar tidak berkembang menjadi disinformasi di ruang digital. Menurutnya, seluruh insan pendidikan perlu berperan aktif mengimbangi berbagai informasi yang keliru melalui penyampaian informasi yang benar kepada masyarakat. “Kalau kita di kementerian ini para UPT tidak membantu kami dengan berbagai macam intervensi untuk meluruskan informasi yang keliru, maka di era algoritma informasi yang salah kalau dibiarkan dan tidak ada yang mengimbangi dianggap sebagai informasi yang benar,” tegas Abdul Mu’ti.
Menutup arahannya, Mendikdasmen mengajak seluruh pegawai UPT untuk terus memperkuat kolaborasi lintas unit, membangun komunikasi publik yang positif, serta bersama-sama memberikan layanan pendidikan yang semakin bermutu bagi seluruh anak Indonesia. “Inilah yang saya harapkan bisa kita lakukan bersama-sama lintas UPT supaya kita bisa bekerja dengan lebih baik dan bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya untuk memberikan layanan pendidikan bermutu untuk semua, membangun generasi Indonesia yang sehat dan kuat, Indonesia yang bermartabat,” pungkas Abdul Mu’ti.(ZID)






