Kemendikdasmen Tegaskan Sekolah Harus Menjadi Rumah Terbaik bagi Anak

Dok.Kemendikdasmen

FACEINDONESIA.CO.ID – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik baru.

Dalam kunjungan kerjanya di Jawa Tengah, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa MPLS harus menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah secara positif sekaligus membangun rasa aman dan nyaman sejak hari pertama memasuki sekolah.

Bacaan Lainnya

“Karena kita berprinsip bahwa sekolah adalah rumah terbaik bagi anak-anak. Kalau sekolah menjadi rumah terbaik, maka rumah itu harus aman, nyaman, dan membuat anak-anak merasa diperlakukan secara manusiawi,” ujar Wamen Fajar saat berdialog dengan Guru, Kepala Sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (8/7).

Wamen Fajar mengatakn jika pelaksanaan MPLS harus mengacu pada ketentuan pemerintah dan menjadi sarana pengenalan lingkungan sekolah, budaya belajar, serta pembentukan karakter peserta didik baru. Selain itu, MPLS juga diharapkan dapat membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah sehingga mereka merasa diterima, nyaman, dan memiliki rasa memiliki terhadap sekolahnya.

Sementara itu, Plt. Kepala SMP Negeri 2 Kaliwungu Kendal, Agus Suwanto, menyampaikan bahwa sekolah telah menyiapkan pelaksanaan MPLS selama lima hari, yakni pada 13 hingga 17 Juli 2026. Agus menjelaskan bahwa selama MPLS, peserta didik baru akan diperkenalkan dengan berbagai aspek kehidupan sekolah, mulai dari kegiatan belajar mengajar, budaya sekolah, hingga cara belajar dan bersosialisasi di lingkungan yang baru.

“Kami akan mengenalkan kepada peserta didik baru segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah, bagaimana belajar dengan baik, dan bagaimana bersosialisasi,” ujar Agus.

Selain pengenalan lingkungan sekolah, Agus menambahkan jika SMP Negeri 2 Kaliwungu juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi untuk memberikan materi kepada peserta didik baru.

“Materi tersebut meliputi kesehatan reproduksi dari Dinas Kesehatan, kesiapsiagaan bencana, serta pendidikan hukum dan kebangsaan dengan menghadirkan narasumber dari kepolisian, kejaksaan, dan unsur legislatif daerah,” ucap Agus.

Pelaksanaan MPLS yang ramah, aman, dan bermakna menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang positif serta menghadirkan sekolah sebagai rumah terbaik bagi peserta didik untuk belajar, tumbuh, dan berkembang.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *