Rumah Pendidikan Raih Juara 1 WSIS Prizes 2026

Dok.Kemendikdasmen

FACEINDONESIA.CO.ID – Di negara dengan lebih dari 17.000 pulau, menghadirkan layanan pendidikan yang setara bagi setiap anak merupakan tantangan besar. Dari tantangan itulah lahir sebuah inovasi yang kini mendapat pengakuan dunia. Superaplikasi Rumah Pendidikan dinobatkan sebagai Winner (Juara Pertama) kategori e-Government pada ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui International Telecommunication Union (ITU) di Jenewa, Swiss.

Rumah Pendidikan terpilih setelah menyisihkan 1.596 inovasi digital dari 122 negara. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa transformasi digital pendidikan Indonesia mampu menjawab tantangan pemerataan akses belajar bagi jutaan anak di seluruh penjuru negeri.

Bacaan Lainnya

Mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti mengatakan, “Penghargaan ini kami persembahkan kepada jutaan murid, guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta seluruh insan pendidikan di Indonesia yang setiap hari menjaga semangat belajar di berbagai penjuru negeri.”

Menurutnya, kondisi geografis Indonesia justru mendorong lahirnya inovasi yang mampu menjangkau seluruh anak bangsa. “Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, kami meyakini bahwa tempat lahir atau tempat tinggal seorang anak tidak boleh menentukan kualitas pendidikan yang diterimanya. Atas keyakinan itulah Rumah Pendidikan dibangun sebagai ekosistem pembelajaran digital yang menghubungkan guru, murid, keluarga, sekolah, serta berbagai mitra untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan mudah diakses oleh semua.”

Suharti menegaskan, teknologi merupakan salah satu solusi untuk mengurangi kesenjangan layanan pendidikan. Namun, teknologi tidak hadir untuk menggantikan peran guru, melainkan memperkuat guru sebagai pusat pembelajaran. Melalui teknologi, setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pembelajaran dan sumber belajar yang berkualitas. Pada saat yang sama, teknologi juga membuka ruang kolaborasi dan partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

Ia juga menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan melalui teknologi, kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, serta dedikasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan, khususnya jajaran Kemendikdasmen dan tim Rumah Pendidikan. “Pengakuan internasional ini semakin menguatkan komitmen kami untuk terus menghadirkan pendidikan bermutu yang dapat diakses oleh setiap anak Indonesia,” imbuhnya.

Saat ini Rumah Pendidikan telah mengintegrasikan 66 layanan pendidikan, dimanfaatkan lebih dari 6,9 juta pengguna, menyediakan 4.843 sumber belajar gratis, serta membantu lebih dari 104 ribu guru di daerah 3T meningkatkan kualitas pembelajaran.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan, “Pencapaian ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya sejak WSIS Prizes diselenggarakan oleh ITU pada 2012, Indonesia berhasil meraih predikat Winner kategori e-Government melalui Rumah Pendidikan, sebuah inovasi digital karya anak bangsa yang dikembangkan oleh Kemendikdasmen.”

Deputi Wakil Tetap RI/Duta Besar PTRI Jenewa, Achsanul Habib, menyampaikan bahwa PTRI Jenewa akan terus mendukung dan memperjuangkan kepentingan Indonesia di berbagai forum multilateral di Jenewa yang merupakan salah satu pusat diplomasi digital dunia.

“Keberhasilan Indonesia meraih predikat Winner WSIS Prizes 2026 pada kategori Action Line C7: e-Government untuk pertama kalinya sejak ajang ini diselenggarakan pada 2012 merupakan pencapaian yang membanggakan bagi dunia pendidikan nasional. Pengakuan ini menunjukkan bahwa inovasi Indonesia mampu bersaing di tingkat global sekaligus menjadi kebanggaan bagi guru, peserta didik, orang tua, dan seluruh masyarakat Indonesia. Pencapaian ini menegaskan bahwa teknologi dapat menjadi bagian dari solusi untuk memperluas akses, meningkatkan pemerataan kesempatan, serta menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif dan bermutu bagi semua.”

Penghargaan ini semakin menguatkan komitmen Indonesia untuk memanfaatkan transformasi digital dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *