FACEINDONESIA.CO.ID-Pemerintah memperketat pengawasan sekaligus mempertajam sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini kini diprioritaskan bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kebijakan tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi tingkat menteri yang membahas evaluasi pelaksanaan MBG pada Kamis (6/8/2026).
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, evaluasi dilakukan untuk memperbaiki tata kelola sekaligus memastikan manfaat MBG diterima kelompok yang paling membutuhkan.
Pemerintah mencatat sekitar 11,15 juta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita masih belum menerima manfaat MBG. Kelompok tersebut menjadi prioritas karena berkaitan dengan upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Selain itu, pemerintah mempercepat operasional 352 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T yang tersebar di delapan provinsi dengan prevalensi stunting tinggi.
Untuk mendukung pelayanan di daerah terpencil, pemerintah menyiapkan skema indeks kemahalan bahan baku dan insentif sewa SPPG. Wilayah yang menjadi perhatian antara lain Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.
Dalam evaluasi data penerima, ditemukan 4.864.467 data siswa dan 845.660 data guru yang tercatat ganda. Pemerintah juga merekomendasikan 740 sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga mampu untuk tidak lagi menjadi prioritas penerima MBG.
Pengawasan keamanan pangan turut diperketat. Seluruh SPPG diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sebanyak 8.185 SPPG yang belum memenuhi ketentuan sedang ditertibkan dan terancam ditutup permanen jika tidak memenuhi persyaratan sesuai batas waktu.
Aturan SLHS juga berlaku bagi pondok pesantren penyelenggara MBG. Pesantren dengan lebih dari 1.000 santri dapat mengelola dapur sendiri dengan memenuhi standar higiene dan sanitasi. Sementara pesantren dengan jumlah santri di bawah 1.000 akan dilayani melalui SPPG sesuai mekanisme yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).(ZID)





