FACEINDONESIA.CO.ID – Masjid Al-Ittihad Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Kementerian Agama segera hadir di Jalan Raya Puncak Km 65, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Peletakan batu pertama pembangunan masjid ini dilakukan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i dan Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah, Rabu (29/4/2026).
Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa pembangunan masjid di lokasi tersebut memiliki nilai strategis yang tinggi. Ia menyebut kawasan ini berada pada titik pertemuan jalur utama, sehingga berpotensi menjadi pusat aktivitas keumatan.
“Secara posisi, kawasan ini berada pada titik pertemuan jalur-jalur utama, sehingga memiliki nilai sentral yang tinggi. Terlebih lagi masjid ini berada di lingkungan lembaga strategis, dengan fasilitas dan ruang yang memiliki potensi besar untuk penguatan umat,” ujarnya.
Menag berharap kehadiran Masjid Al-Ittihad tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“Karena itu, saya berharap masjid ini ke depan akan semakin memperkuat posisi sentral kawasan ini sekaligus memperkaya peran kelembagaan yang ada di sekitarnya. Kami berharap setelah masjid ini selesai dibangun, kehadirannya benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan ini,” jelasnya.
Menag juga menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang memperhatikan kapasitas dan fleksibilitas ruang, termasuk pemanfaatan area terbuka sebagai perluasan saf ketika jumlah jamaah meningkat.
“Mengingat masjid-masjid di sekitar lokasi ini sering kali tidak mampu menampung jamaah salat Jumat, maka pembangunan masjid ini perlu memperhatikan aspek daya tampung, termasuk pemanfaatan halaman,” ungkapnya.
“Idealnya, area terbuka berada di sisi timur, sehingga tidak melampaui posisi imam di sisi barat, dan memungkinkan perluasan saf ketika jamaah membludak, misalnya dengan pemasangan karpet atau tenda,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Menag berharap Masjid Al-Ittihad dapat menjadi ikon kawasan sekaligus pusat penguatan umat. Ia juga mendorong agar proses pembangunan dilakukan secara optimal dan tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Menag turut menyampaikan apresiasi kepada BPKH atas kontribusinya dalam penguatan fasilitas di lingkungan Kementerian Agama.
“Kami berharap ke depan BPKH dapat terus berkontribusi dalam mendukung penguatan layanan dan fasilitas keagamaan di berbagai daerah,” pungkasnya. (San)





