CIMB Niaga-Ajaib Bidik 1 Juta Nasabah Baru hingga 2027

FACEINDONESIA.CO.ID – PT Bank CIMB Niaga Tbk menjalin kemitraan strategis dengan platform investasi Ajaib untuk memperluas akses investasi digital. Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan menargetkan dapat menjaring 1 juta nasabah baru hingga 2027.

Kerja sama tersebut memungkinkan nasabah membuka akun Ajaib dan Rekening Dana Nasabah (RDN) CIMB Niaga secara lebih mudah melalui aplikasi OCTO Mobile. Dengan demikian, nasabah dapat mengakses layanan perbankan sekaligus berinvestasi saham dalam satu aplikasi

Bacaan Lainnya

Direktur Consumer & Emerging Business Banking CIMB Niaga, Noviady Wahyudi, mengatakan layanan ini melengkapi ekosistem investasi digital yang telah tersedia di OCTO Mobile, mulai dari reksa dana, obligasi, Surat Berharga Negara (SBN), hingga emas.

“Nasabah kini tidak perlu berpindah aplikasi untuk mengelola portofolio keuangannya. Semua dapat diakses melalui OCTO Mobile,” ujarnya di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Menurut Noviady, kolaborasi ini dibangun di atas tiga pilar utama, yakni menghadirkan solusi keuangan terpadu, menghubungkan layanan perbankan dengan pasar modal, serta memperluas inklusi keuangan bagi masyarakat.

Saat ini lebih dari 3 juta nasabah CIMB Niaga berpeluang mengakses berbagai instrumen investasi, termasuk transaksi saham yang kini tersedia melalui ekosistem perbankan tersebut.

CIMB Niaga juga mencatat dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) mencapai sekitar Rp80 triliun per Juni 2026, dengan pertumbuhan yang tetap berada di level dua digit.

Sementara itu, CEO dan Co-founder Ajaib, Anderson Sumarli, menilai investasi harus menjadi bagian dari pengelolaan keuangan yang terintegrasi. Karena itu, sinergi dengan CIMB Niaga diharapkan dapat menghadirkan pengalaman investasi yang lebih mudah dan nyaman bagi masyarakat.

Di sisi lain, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyambut positif kerja sama tersebut. Hingga Agustus 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 30,24 juta investor, didominasi oleh investor ritel. Kolaborasi antara perbankan dan perusahaan efek diyakini akan semakin memperluas akses masyarakat terhadap investasi di pasar modal.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *