LANTERA Menyusuri Laut Lingga, Mendekatkan Layanan Keagamaan ke Pulau-Pulau Kecil

Dok.Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID – Di wilayah kepulauan, jarak tidak hanya diukur dengan kilometer, tetapi juga oleh gelombang, cuaca, dan waktu tempuh. Di tengah kondisi geografis seperti itu, Kementerian Agama Kabupaten Lingga kembali mengoperasikan Program Layanan Terapung Keagamaan (LANTERA) sebagai upaya menghadirkan layanan negara lebih dekat kepada masyarakat.

Pelayaran tahap I tahun 2026 dimulai pada Senin (28/4/2026), menyasar empat kampung di Kecamatan Bakung Serumpun, yakni Kampung Berjong dan Kampung Batu Belubang di Desa Batu Belubang, serta Kampung Cempa dan Kampung Teluk Ibul di Desa Cempa.

Sejak pagi, tim LANTERA bertolak menggunakan perahu kayu bermotor, menembus perairan yang membelah pulau-pulau kecil di Lingga. Perjalanan itu menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.

Ketua Tim LANTERA, Abdurokhman, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk menjawab keterbatasan akses layanan keagamaan di daerah kepulauan.

“Kami berupaya mendekatkan layanan Kementerian Agama kepada masyarakat. Dengan LANTERA, berbagai layanan bisa langsung diakses tanpa harus datang ke kantor,” ujarnya.

 

Layanan Administrasi hingga Pembinaan Umat

Selama tiga hari pelaksanaan, 28–30 April 2026, tim LANTERA memberikan berbagai layanan, mulai dari administrasi keagamaan hingga pembinaan umat. Seluruh layanan tersebut diberikan secara gratis.

Kehadiran program ini diharapkan dapat memangkas hambatan geografis yang selama ini dihadapi masyarakat pulau, khususnya dalam mengakses layanan pemerintah.

Bagi warga di kampung-kampung pesisir, perjalanan menuju pusat layanan kerap membutuhkan waktu berjam-jam, bahkan bergantung pada kondisi cuaca. Dalam situasi seperti itu, kehadiran layanan yang “datang langsung” menjadi solusi yang relevan.

 

Menjawab Tantangan Geografis

Program LANTERA menjadi salah satu inovasi layanan publik Kementerian Agama di daerah kepulauan. Dengan karakter wilayah yang tersebar dan tidak seluruhnya terhubung jalur darat, pendekatan layanan bergerak dinilai lebih efektif.

Selain menghadirkan layanan, kehadiran tim LANTERA juga membuka ruang interaksi langsung antara petugas dan masyarakat. Hal ini memungkinkan penyampaian informasi, konsultasi, serta pembinaan dilakukan secara lebih kontekstual.

Di tengah hamparan laut Lingga, perahu yang membawa tim LANTERA tidak sekadar alat transportasi. Ia menjadi medium yang menghubungkan layanan negara dengan warga di wilayah terluar.

Dengan pendekatan ini, Kementerian Agama berupaya memastikan bahwa pelayanan keagamaan dapat diakses secara merata, tanpa terkecuali, termasuk oleh masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *