Kemenperin Dorong Produk Specialty Lokal Tembus Pasar Premium

FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong produk specialty berbahan baku lokal Indonesia semakin mampu menembus pasar premium, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar untuk dikembangkan menjadi produk specialty dengan nilai tambah tinggi.

Bacaan Lainnya

Komoditas seperti kopi, teh, kakao, hortikultura, tembakau, hingga produk fermentasi lokal dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun, daya saing produk turunannya masih perlu diperkuat.

Menurut Putu, salah satu tantangannya adalah masih adanya anggapan bahwa produk impor memiliki kualitas lebih tinggi dibandingkan produk dalam negeri.

Karena itu, Kemenperin menggelar Specialty Indonesia 2026 pada 10-13 Agustus 2026 di Plaza Industri Gedung Kemenperin, Jakarta. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan produk premium berbahan baku lokal sekaligus memperluas akses pasar.

Dari 76 perusahaan yang mendaftar sebagai peserta pameran, sebanyak 48 perusahaan lolos kurasi. Peserta tersebut berasal dari sektor teh, olahan kakao, kopi, olahan susu, buah dan hortikultura, cerutu, serta herb infusion.

Selain pameran, Kemenperin menggelar business matching yang mempertemukan 30 perusahaan hasil kurasi dengan calon pembeli dari perwakilan perdagangan diplomatik, hotel, restoran, kafe, hingga sektor ritel.

Agenda tersebut diharapkan dapat memperluas pasar produk specialty Indonesia sekaligus membuka peluang ekspor.

Kemenperin juga menghadirkan berbagai kegiatan seperti kompetisi artisan tea, kelas kreasi cokelat berbahan kakao Nusantara, Kemenperin Cup Taster Championship, serta Indonesian Fermentation Forum Experience.

Putu berharap rangkaian kegiatan tersebut mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk lokal sekaligus mendorong industri nasional menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan nilai tambah dan daya saing global.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *