FACEINDONESIA.CO.ID-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI meraih penghargaan Advancing Women’s Economic Empowerment dalam ajang Bloomberg Technoz Women on the Move (WOTM) 2026 yang digelar di Sudamala Resort Senggigi, Nusa Tenggara Barat, 12 September 2026.
Penghargaan tersebut diberikan atas upaya BRI memperluas akses keuangan sekaligus memberdayakan perempuan, termasuk para pelaku UMKM.
Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari mengatakan, penghargaan tersebut mencerminkan konsistensi BRI dalam mendorong pemberdayaan perempuan, khususnya melalui dukungan bagi pengusaha UMKM agar dapat mengembangkan usaha dan naik kelas.
“Apresiasi ini semakin mempertegas komitmen panjang Perseroan dalam mendorong inklusi finansial yang sesungguhnya. Di BRI, pemberdayaan perempuan bukan sekadar inisiatif sosial, melainkan bagian dari strategi kami dalam membangun resiliensi ekonomi nasional,” ujar Viviana dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, BRI membangun ekosistem yang tidak hanya menyediakan akses permodalan, tetapi juga meningkatkan kapabilitas pengusaha UMKM perempuan agar terus berkembang.
Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui ekosistem Holding Ultra Mikro (UMi), dengan program PNM Mekaar yang menyasar perempuan prasejahtera sebagai salah satu pilar inklusi keuangan.
Hingga akhir triwulan II 2026, Holding UMi telah melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Ekosistem tersebut juga telah mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas menuju akses layanan dan pembiayaan yang lebih luas.
Pemberdayaan perempuan juga tercermin dalam komposisi pekerja BRI. Hingga triwulan II 2026, pekerja perempuan mencapai 43,3 persen. Sementara itu, perempuan yang berada di jajaran Board of Directors mencapai 23 persen.
Viviana menegaskan, BRI ke depan akan terus membuka kesempatan lebih luas bagi perempuan untuk mengambil peran strategis, baik dalam pengembangan usaha maupun kepemimpinan di lingkungan perusahaan.
“Bagi kami, keberagaman bukan hanya soal representasi, tetapi juga bagaimana perspektif yang beragam dapat ikut mendorong kinerja dan pertumbuhan BRI serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi ekonomi nasional,” pungkasnya.(ZID)






