FACEINDONESIA.CO.ID-Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat sinergi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi melalui Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) menghadapi musim kemarau.
Kegiatan yang digelar Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah IV itu merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang diterjemahkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk memperkuat sistem pencegahan karhutla di berbagai daerah.
Kepala BPHL Wilayah IV Andi Rohaendi menegaskan, pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam pengendalian karhutla.
Karena itu, seluruh pemegang PBPH diminta memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, patroli, serta memperkuat koordinasi dengan KPH, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Rapat koordinasi juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, BPBD Provinsi Jambi, serta APHI Komda Jambi.
Peserta mendapatkan pembekalan mengenai tingkat kerawanan karhutla, prakiraan cuaca, strategi penanggulangan bencana, hingga penguatan kesiapsiagaan di lapangan.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, Ibnu Sulistyono, mengingatkan pentingnya memanfaatkan informasi cuaca sebagai dasar patroli dan deteksi dini guna mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Sementara itu, BPBD Provinsi Jambi menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Seluruh pemangku kepentingan diminta memperkuat koordinasi, kesiapan personel, peralatan, serta pos terpadu agar respons terhadap potensi kebakaran dapat dilakukan lebih cepat.
Sebagai bentuk komitmen bersama, seluruh pemegang PBPH di Jambi menandatangani deklarasi Zero Karhutla. Komitmen tersebut menjadi langkah bersama untuk memperkuat pencegahan, meningkatkan kesiapsiagaan, dan menjaga kelestarian hutan secara berkelanjutan.(ZID)






