Kemenag Susun Pedoman Pengelolaan Riset (Bahts) dan Jurnal Ilmiah Ma’had Aly

Dok.Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID – Direktorat Pesantren Kementerian Agama menyusuna pedoman pengelolaan riset (bahts) dan jurnal ilmiah pada Ma’had Aly. Panduan ini dibahas bersama dalam Workshop Regulasi Riset dan Publikasi Ilmiah pada Ma’had Aly di Bogor, 8–10 Maret 2026.

Workshop ini diikuti oleh perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) serta pengelola jurnal dari berbagai Ma’had Aly. Mereka mendiskusikan penguatan, pengembangan jurnal, dan tata kelola jurnal ilmiah berbasis digital dan distingsi keilmuan pesantren.

Bacaan Lainnya

Direktur Pesantren, Basnang Said mengatakan, penguatan riset dan publikasi ilmiah merupakan bagian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi pesantren. Menurut alumni UIN Makasar ini, Ma’had Aly memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan kajian keislaman yang tidak hanya kuat secara tradisi, tetapi juga memiliki rekognisi akademik yang tidak diragukan lagi keilmuannya dari sisi konten dan substansi keilmuanya.

“Ikhtiar penguatan tata kelola digital bantuan penelitian dan publikasi ilmiah Ma’had Aly menjadi langkah penting agar tradisi keilmuan pesantren tidak hanya berkembang di lingkungan internal, tetapi juga dapat berkontribusi dalam diskursus akademik yang lebih luas untuk menjawab Asta Protas Menteri Agama,” ujar Basnang di Bogor, Senin (9/3/2026).

“Dengan riset yang kuat dan jurnal ilmiah yang berkualitas, kajian keislaman berbasis turats dapat menjadi rujukan dalam pengembangan studi Islam global. Untuk memperkuatnya, ikhtiar ke depan perlu disusun naskah akademik agar anggaran penelitian dan pengabdian masyarakat pada Ma’had Aly dapat difasilitasi negara,” sambungnya.

Kasubdit Pendidikan Ma’had Aly, Mahrus, menambahkan bahwa ikhtiar ini menjadi bagian dari upaya Direktorat Pesantren dalam memperkuat teknisnya pada Ma’had Aly secara lebih sistematis dan terarah sesuai kekhususannya. “Melalui ikhtiar awal ini diharapkan Ma’had Aly dapat memperkuat kelembagaan digitalnya, dan mengembangkan jurnal yang mampu merepresentasikan distingsi keilmuan, seperti metode tahqiq, talkhis, syarah, hasyiyah, dan lainnya,” jelas lulusan filologi Universitas Indonesia.

Ketua AMALI Bidang Pengembangan SDM, Riset dan Pengabdian yang hadir sebagai narasumber, Gus Muhammad Aminullah, menyampaikan best practice Manahijul Bahts pada Ma’had Aly. Ia menekankan urgensi dan relevansi metodologi dan model penulisan berbasis metode para ulama di dunia sebagai landasan pengembangan bahts, riset yang terarah dan berkelanjutan pada Ma’had Aly. Selain itu, Riset pada Ma’had Aly harus bertransformasi sebagai center of excellence berbasis digital dan turats.

Editor Jurnal JIIS UIN Surabaya, Khoirun Ni’am, memaparkan strategi penguatan mutu jurnal ilmiah Ma’had Aly menuju parameter jurnal bereputasi internasional. Ia menjelaskan bahwa metode para ulama itu agar mewarnai jurnal ilmiah melalui Ma’had Aly. Karena itu ruang lingkup (scope) keilmuannya yang sudah jelas itu sehingga mudah dikenali serta menunjukkan distingsi atau kekhasan bidang kajian pesantren yang sesuai takhasusnya.

Tim Kreator Jurnal dan Aplikasi Riset, Nur Rahman dan Anwar Dani, memaparan proses bisnis dan tata kelola digital sejak pengusulan, seleksi serta pelaporan hasil bahts, khidmah, dan publikasi ilmiah pada Ma’had Aly melalui penguatan sistem yang terintegrasi. Karena itu diperlukan portal pengembangan sistem digital untuk mendukung basis data kebijakan pengelolaan penelitian, publikasi ilmiah, serta integrasi laporan akademik di lingkungan Ma’had Aly.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pengembangan bahts, khidmah melalui ta’lif wan nasyr yang lebih kuat serta meningkatkan kualitas publikasi ilmiah pada sistem pendidikan nasional. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *