FACEINDONESIA.CO.ID- Ekspor mobil hybrid Toyota buatan Indonesia mencatatkan pertumbuhan signifikan. Hingga kuartal III-2026, ekspor kendaraan elektrifikasi tersebut mencapai 25.752 unit, meningkat 64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Capaian ini memperkuat posisi industri otomotif Indonesia dalam rantai pasok global sekaligus membuka peluang peningkatan ekspor kendaraan ramah lingkungan dan komponen pendukungnya.
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), I Nyoman Winaya Adnyana, mengatakan perkembangan kendaraan elektrifikasi menjadi momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan kemampuan manufaktur nasional.
“Transformasi menuju elektrifikasi merupakan bagian dari perubahan besar dalam industri otomotif global. Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi peluang untuk terus meningkatkan kapabilitas manufaktur dan rantai pasok,” ujar Nyoman dalam keterangan resmi, Jumat (16/10/2026).
Hingga September 2026, ekspor mobil hybrid Toyota berasal dari dua model, yakni Kijang Innova Zenix Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Yaris Cross HEV.
Selain meningkatkan pengiriman kendaraan utuh, TMMIN juga berencana merealisasikan ekspor HEV battery pack assembly pada semester II-2026. Langkah ini ditujukan untuk memperluas kontribusi industri otomotif Indonesia dalam produksi dan perdagangan komponen utama kendaraan elektrifikasi.
Nyoman menegaskan, perusahaan terus mendorong peningkatan ekspor produk elektrifikasi agar Indonesia semakin berperan dalam rantai pasok otomotif internasional.
Tak hanya itu, TMMIN juga merencanakan pengiriman langsung komponen otomotif untuk kebutuhan purnajual ke Amerika Serikat pada semester II-2026. Ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan manufaktur bernilai tambah dan perluasan pasar ekspor.
Di sisi lain, ekspor kendaraan utuh atau Completely Built-Up (CBU) Toyota produksi Indonesia mencapai 223.696 unit hingga kuartal III-2026. Angka tersebut menyumbang 60,3 persen dari total ekspor mobil CBU nasional yang mencapai 371.260 unit.
Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor CBU Toyota tumbuh 2,5 persen. Kontribusi tersebut menunjukkan peran penting Toyota dalam mendukung kinerja ekspor otomotif nasional.
Secara kumulatif, sejak ekspor perdana pada 1987 hingga September 2026, Toyota Indonesia telah mengirimkan 3.375.490 unit kendaraan CBU produksi dalam negeri ke lebih dari 100 negara.
Pasar ekspornya mencakup kawasan Asia, Amerika, Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Oseania.
Peningkatan ekspor kendaraan hybrid, rencana pengiriman baterai, serta perluasan pasar komponen otomotif diharapkan dapat memperkuat daya saing manufaktur Indonesia sekaligus meningkatkan nilai tambah industri otomotif nasional di pasar global.(ZID)






