Kemenag Perkuat Kolaborasi dengan Pemkab Bekasi Bangun Kehidupan Beragama yang Harmonis

Dok.Pemkab Bekasi

FACEINDONESIA.CO.ID – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bekasi, Ujang Ruhiyat, menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Ujang dalam sambutannya pada acara Halal Bihalal MUI Kabupaten Bekasi yang digelar di Aula KH Noer Alie, Gedung Bupati Bekasi, Kompleks Pemkab Cikarang Pusat, Selasa (14/04/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Ujang menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas peran MUI yang selama ini menjadi mitra strategis Kemenag, khususnya dalam menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah dan merawat kerukunan umat di tengah masyarakat Kabupaten Bekasi yang heterogen.

“Hubungan antara umaro dan ulama, dalam hal ini Kementerian Agama dan MUI, bukan hal baru. Ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya harus berjalan seiring untuk mewujudkan masyarakat Bekasi yang religius, rukun, cerdas, dan sejahtera,” ujarnya.

Baru menjabat beberapa hari, Ujang mengaku mendapatkan anugerah besar karena dapat langsung bersilaturahmi dengan para kiai dan tokoh agama di Kabupaten Bekasi. Ia menyadari, tugas Kemenag tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan para ulama, khususnya MUI. Dalam sambutan perdananya tersebut, ia juga menyampaikan tiga komitmen utama Kemenag Kabupaten Bekasi ke depan.

Pertama, memperkuat moderasi beragama dengan menjaga nilai-nilai tawasut (moderat), tawazun (seimbang), i’tidal (adil), dan tasammuh (toleran) dalam kehidupan masyarakat.

Kedua, meningkatkan layanan keagamaan melalui Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, pondok pesantren, serta lembaga pendidikan keagamaan lainnya agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dalam hal ini, masukan dari MUI akan menjadi prioritas.

“Masukan dari Majelis Ulama akan menjadi perhatian utama kami dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan,” tegasnya.

Ketiga, memperkuat kolaborasi program, mulai dari pembinaan di lembaga pemasyarakatan, pemberantasan buta aksara Al-Qur’an, hingga penguatan ekonomi keumatan. Ia juga menyinggung peran LPTQ dalam pembinaan Al-Qur’an, mengingat prestasi Kabupaten Bekasi yang pernah meraih juara umum MTQ.

Lebih lanjut, Ujang menyoroti tantangan yang dihadapi Kabupaten Bekasi sebagai miniatur Indonesia, mulai dari derasnya arus informasi, potensi gesekan sosial, hingga persoalan moral generasi muda. Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi yang semakin solid antara ulama dan umaro.

“Saya secara pribadi maupun institusi membuka pintu selebar-lebarnya untuk MUI. Mari kita rutin duduk bersama, berdiskusi, dan mencari solusi atas berbagai persoalan keumatan di Bekasi,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa Kemenag tidak dapat berjalan sendiri, dan kekuatan umat sangat bergantung pada persatuan para ulama. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *