Kemenag Libatkan Pemuda Lintas Agama Jaga Kerukunan dan Peduli Lingkungan

Dok.Kemenag

FACEINDONESIA.CO.ID – Kementerian Agama melibatkan pemuda lintas agama dalam gerakan menjaga kerukunan dan melestarikan lingkungan. Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin mengetakan, pemuda lintas agama berperan penting dalam menjaga harmoni dan menjaga kelestarian alam. keduanya bagian dari nilai keagamaan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, saat memberi sambutan pada Pemberdayaan Lembaga Kepemudaan Lintas Agama di Manado. Kegiatan yang diinisiasi oleh Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) berlangsung tiga hari, 21–23 April 2026.

Bacaan Lainnya

“Kehadiran saudara-saudara sekalian menunjukkan bahwa kita memiliki semangat dan misi bersama untuk membangun Sulawesi Utara secara khusus dan Indonesia secara umum,” ujar Kamaruddin Amin.

Sekjen menjelaskan bahwa keterlibatan pemuda lintas agama menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk. Menurutnya, setiap individu memiliki potensi untuk membangun hubungan yang harmonis.

“Tidak ada manusia yang pada hakikatnya jahat. Semua memiliki potensi untuk saling menghormati, menghargai, dan mencintai sesama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sekjen menerangkan bahwa dalam perspektif filsafat dan keagamaan, manusia memiliki dimensi kemanusiaan (nasut) dan dimensi ketuhanan (lahut) yang mendorong lahirnya nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Di tengah dunia tanpa batas saat ini, kita harus memperkuat interaksi positif dan dialog konstruktif agar nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama kehidupan bersama,” tambahnya.

Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI, Adib Abdusshamad, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat moderasi beragama berbasis generasi muda. Ia mengatakan, pemuda lintas agama memiliki peran sebagai agen perubahan dalam menjaga kerukunan dan lingkungan.

“Pemuda lintas agama adalah agen perubahan. Mereka tidak hanya menjaga kerukunan, tetapi juga menjadi pelopor kesadaran ekoteologi sebagai bentuk tanggung jawab iman terhadap lingkungan hidup,” ungkapnya. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *