FACEINDONESIA.CO.ID – Kementerian Agama terus memperkuat kapasitas kehumasan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) dalam penerapan strategi komunikasi di tengah disrupsi informasi. Salah satu hal penting yang perlu dikuasai adalah kemampuan melakukan analisis situasi dan pemetaan isu.
Pesan ini disampaikan Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik, Thobib Al-Asyhar, dalam rapat koordinasi daring bersama jajaran humas PTKN se-Indonesia. Thobib menekankan bahwa humas PTKN tidak cukup hanya menjadi penyampai informasi, tetapi harus mampu membaca situasi dan merancang strategi komunikasi yang adaptif dan relevan.
“Sebagai humas, kita harus mampu menyusun strategi komunikasi institusi berdasarkan hasil telaah analisis situasi. Analisis itu misalnya bisa dilakukan melalui pendekatan SWOT. Kita perlu mengenali kekuatan yang dimiliki, memahami kelemahan yang harus diperbaiki, membaca peluang yang bisa dimanfaatkan, serta mengantisipasi berbagai tantangan yang muncul di ruang publik,” ujar Thobib, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, kekuatan PTKN antara lain terletak pada nilai-nilai keagamaan yang moderat, basis akademik yang kuat, serta kedekatan dengan masyarakat. Namun, di sisi lain, masih terdapat tantangan dalam pengemasan pesan, kecepatan respons, hingga optimalisasi platform digital.
“Di sinilah pentingnya strategi komunikasi yang terarah. Peluang kita besar, terutama dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan berbasis nilai keagamaan. Namun, kita juga harus waspada terhadap disinformasi, framing negatif, dan kompetisi narasi di media digital,” lanjutnya.
Thobib juga mendorong humas PTKN untuk lebih kreatif dalam mengelola konten, dengan tetap menjaga substansi dan kredibilitas institusi. Menurutnya, komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang mampu menjangkau publik secara luas, namun tetap memiliki kedalaman makna.
“Jangan hanya informatif, tapi juga harus komunikatif. Ringan di permukaan, namun dalam di makna. Kita perlu menghadirkan narasi yang relatable, tanpa kehilangan nilai dan otoritas institusi,” tegasnya.
Melalui penguatan strategi komunikasi berbasis analisis SWOT ini, Kementerian Agama berharap humas PTKN dapat semakin adaptif dalam menghadapi dinamika informasi, sekaligus memperkuat citra positif pendidikan tinggi keagamaan di ruang publik. (San)





