FACEINDONESIA.CO.ID – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Cabang Semarang menjalin kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Demak untuk memperkuat perlindungan bagi nelayan melalui program Asuransi Mikro Bahari. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi para nelayan dalam menjalankan aktivitas melaut sekaligus mendukung keberlanjutan sektor perikanan di wilayah pesisir.
Kabupaten Demak memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat. Berdasarkan data DPMPTSP Kabupaten Demak tahun 2025, nilai produksi perikanan laut mencapai Rp116,2 miliar, sementara produksi budidaya tambak mencapai Rp274,6 miliar. Besarnya potensi tersebut membuat sektor perikanan menjadi salah satu bidang strategis yang membutuhkan dukungan perlindungan usaha secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk komitmen terhadap sektor tersebut, Askrindo dan Pemerintah Kabupaten Demak menandatangani kerja sama Asuransi Mikro Bahari yang ditujukan bagi pemilik kapal kayu dan perahu nelayan skala kecil hingga menengah.
Penandatanganan dilakukan oleh Branch Manager Askrindo Semarang Gami Aji Libraga dan Kepala DKP Kabupaten Demak Nanang Tasunar DN di Aula Kantor DKP Kabupaten Demak, Selasa (2/6).
Direktur Bisnis Askrindo Budhi Novianto mengatakan, kerja sama ini diharapkan dapat menjadi solusi perlindungan bagi nelayan yang selama ini membutuhkan jaminan keamanan terhadap aset utama mereka saat bekerja di laut.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap para nelayan di Kabupaten Demak memperoleh perlindungan yang optimal untuk kapal maupun perahu yang digunakan sehari-hari, sehingga mereka dapat bekerja dengan lebih aman dan tenang,” ujar Budhi, Rabu (3/6).
Menurutnya, potensi pengembangan program ini cukup besar mengingat Kabupaten Demak memiliki sekitar 5.254 kapal dan perahu nelayan serta lebih dari 10.500 nelayan aktif.
Sementara itu, Gami Aji Libraga menegaskan bahwa kolaborasi dengan DKP Demak merupakan langkah strategis untuk memperluas akses perlindungan asuransi di sektor kelautan dan perikanan.
Ia menilai keberadaan asuransi dapat membantu nelayan menghadapi berbagai risiko usaha sekaligus mendukung ketahanan ekonomi masyarakat pesisir. Selain memberikan perlindungan kapal dan perahu, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan produk asuransi lain yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat nelayan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Askrindo juga menggelar sosialisasi kepada para nelayan mengenai manfaat asuransi umum dan asuransi mikro. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat diperluas melalui produk perlindungan lain, seperti Asuransi Mikro Usahaku bagi UMKM pengolahan hasil perikanan, Asuransi Nelayan, serta berbagai layanan perlindungan lainnya.( ZID)





