KAI Siapkan Transformasi Stasiun Gambir Bertahap

FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus menyiapkan transformasi Stasiun Gambir, Jakarta, secara bertahap. Pengembangan ini diarahkan untuk memperkuat peran Gambir sebagai gerbang perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ), meningkatkan konektivitas antarmoda, serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Stasiun Gambir memiliki posisi strategis karena berada di pusat Jakarta dan berdekatan dengan kawasan Monas, pemerintahan, perkantoran, hotel, ruang publik, serta pusat aktivitas masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Gambir memiliki peran strategis dalam ekosistem transportasi Jakarta. Pengembangannya diarahkan untuk memperkuat fungsi Gambir sebagai gerbang perjalanan KA Jarak Jauh sekaligus mendukung konektivitas masyarakat menuju pusat aktivitas Jakarta,” ujar Anne.

Sepanjang Januari-Juli 2026, Stasiun Gambir mencatat 3.871.579 aktivitas pelanggan. Jumlah tersebut terdiri dari 1.990.205 pelanggan naik dan 1.881.374 pelanggan turun.

Berdasarkan kajian pengembangan New Gambir, transformasi stasiun diarahkan menjadi pusat pengalaman perjalanan yang mengintegrasikan mobilitas, hospitality, leisure, dan nilai tambah kawasan. Gambir juga diproyeksikan menjadi hub interkoneksi yang menghubungkan KA Jarak Jauh dengan KRL, MRT, BRT, serta kawasan Monas.

Anne menjelaskan, pengembangan Gambir menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem transportasi publik Jabodetabek.

“KAI melihat setiap stasiun memiliki peran masing-masing dalam satu sistem transportasi. Manggarai berperan sebagai pusat perpindahan antarlintas, sementara Gambir dikembangkan sebagai gerbang KA Jarak Jauh di pusat Jakarta serta bagian dari penguatan akses menuju kawasan strategis,” katanya.

Saat ini, Stasiun Gambir melayani 34 perjalanan KA reguler per hari dengan sekitar 78 aktivitas pemberhentian untuk naik dan turun pelanggan KAJJ. Sementara itu, jalur layang di kawasan Gambir dilintasi Commuter Line pada lintas Jakarta Kota-Bogor dan Jakarta Kota-Nambo.

Namun, KAI menegaskan Commuter Line yang melintas di kawasan Gambir belum melayani naik dan turun pelanggan di Stasiun Gambir. Potensi pengembangan layanan tersebut masih membutuhkan kesiapan infrastruktur, kapasitas lintas, sistem operasi, aspek keselamatan, serta koordinasi dengan regulator.

“Apabila layanan Commuter Line di Gambir dikembangkan, maka berbagai aspek harus dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari fasilitas pelayanan pelanggan, kesiapan peron, alur perpindahan, kapasitas lintas, kelistrikan, persinyalan, hingga pola operasi. Keselamatan dan keandalan perjalanan tetap menjadi prioritas utama,” jelas Anne.

Kebutuhan integrasi transportasi di kawasan Gambir semakin penting seiring meningkatnya mobilitas masyarakat Jabodetabek. Volume perjalanan KRL Jabodetabek meningkat dari 217.964.892 perjalanan pada 2022 menjadi 344.621.825 perjalanan pada 2025. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 58,11 persen atau bertambah 126.656.933 perjalanan dalam tiga tahun.

Pertumbuhan juga terlihat pada Bogor Line yang pada 2025 melayani 153.538.393 perjalanan atau 44,55 persen dari total perjalanan KRL Jabodetabek. Lintas tersebut saat ini melewati kawasan Gambir, tetapi belum melayani naik dan turun pelanggan di Stasiun Gambir.

“Pertumbuhan perjalanan KRL menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas menuju pusat Jakarta terus meningkat. Karena itu, kesiapan Gambir perlu dilihat sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi, termasuk apabila ke depan terdapat pengembangan layanan Commuter Line di stasiun ini,” tutur Anne.

Transformasi Stasiun Gambir menjadi bagian dari agenda peningkatan sistem transportasi publik Jabodetabek. Melalui kajian New Gambir, KAI menempatkan pembenahan stasiun sebagai bagian dari penguatan kapasitas transportasi kawasan, konektivitas antarwilayah, dan modernisasi stasiun strategis.

KAI berharap pengembangan tersebut dapat menjadikan Gambir semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, baik sebagai titik keberangkatan dan kedatangan KA Jarak Jauh maupun sebagai bagian dari aktivitas masyarakat di pusat Jakarta.

“Transformasi Gambir disiapkan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan pelanggan, kesiapan operasional, dan pengembangan transportasi publik Jakarta ke depan,” tutup Anne.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *