FACEINDONESIA.CO.ID- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama selama 10 tahun dengan PT Kranium Mukti Utama selaku pengelola Bank Jaringan Garuda Nusantara (BGJN). Kolaborasi ini ditujukan untuk mempercepat hilirisasi produk kesehatan berbasis teknologi nuklir di Indonesia.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN R. Hendrian dan Direktur PT Kranium Mukti Utama Ery Prasetyo dalam acara BRIN Goes to Industry Chapter-6 di Gedung BRIN Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Kolaborasi ini mencakup pemanfaatan hasil riset kesehatan berbasis teknologi nuklir, riset bersama, pertukaran data, hingga hilirisasi produk kesehatan agar dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat.
Sejumlah produk yang akan dikembangkan antara lain amnion, bone graft, allograft, radiofarmaka, serta berbagai produk kesehatan berbasis jaringan medis dan biomedis.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, kerja sama dengan industri menjadi bagian dari upaya memastikan hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium. Riset perlu didorong hingga tahap hilirisasi sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian produk kesehatan nasional.
Direktur PT Kranium Mukti Utama Ery Prasetyo menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung proses tersebut melalui jejaring BGJN.
Menurut Ery, kerja sama jangka panjang ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap produk kesehatan hasil riset dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
Kolaborasi BRIN dan BGJN juga diharapkan mampu membangun ekosistem kesehatan nasional yang lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing.(,DRI)






