FACEINDONESIA.CO.ID- Pemerintah terus memperkuat pemerataan akses pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan hasil revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 se-Kabupaten Simeulue di SMK Negeri 1 Sinabang, Aceh, Selasa (25/8/2026). SMK Negeri 1 Sinabang menjadi salah satu sekolah penerima program revitalisasi.
Kepala SMK Negeri 1 Sinabang, Amaliati, mengatakan revitalisasi mencakup sembilan ruang kelas baru (RKB), tiga ruang praktik siswa (RPS), dua laboratorium IPAS, satu rumah dinas, serta satu ruang administrasi.
Pembangunan tersebut dilakukan karena sejumlah bangunan lama mengalami kerusakan, seperti atap dan plafon bocor, dinding retak, serta lantai pecah. Kondisi itu dinilai mengganggu kenyamanan siswa dalam mengikuti pembelajaran.
Murid kompetensi keahlian Kuliner juga merasakan manfaat revitalisasi. Sebelumnya, mereka harus menggunakan laboratorium Tata Busana karena keterbatasan ruang kelas. Kini, siswa memiliki ruang kelas baru yang berada di depan laboratorium Kuliner.
Mulia Afiani, siswi kelas XI Kuliner, mengaku senang dengan adanya ruang belajar baru. Fasilitas tersebut membuat kegiatan belajar dan praktik menjadi lebih nyaman.
Namun, peningkatan fasilitas fisik masih perlu diikuti dengan pemenuhan peralatan praktik. Mulia dan rekannya, Irene Rahmadani, menyebut siswa masih menggunakan mixer rumah tangga yang kerap mengalami panas berlebih dan mati mendadak saat digunakan untuk praktik membuat produk kuliner.
Amaliati berharap bantuan peralatan laboratorium dari pemerintah dapat segera terealisasi. Menurutnya, kelengkapan peralatan praktik sangat penting untuk memperkuat pendidikan vokasi dan meningkatkan daya saing lulusan, khususnya di wilayah 3T.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan revitalisasi dan digitalisasi sekolah bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendidikan.
“Revitalisasi dan digitalisasi itu bukan tujuan, tetapi sarana untuk kita meningkatkan kualitas pembelajaran dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Tatang Muttaqin menambahkan, revitalisasi sekolah di wilayah 3T perlu dilanjutkan dengan penguatan sarana pembelajaran, termasuk peralatan praktik untuk SMK.
Menurut Tatang, peralatan praktik harus disesuaikan dengan kompetensi keahlian, standar sarana dan prasarana, serta kebutuhan dunia kerja. Langkah tersebut diperlukan agar pembelajaran vokasi berjalan optimal dan menghasilkan lulusan yang kompeten.
“Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak berhenti pada perbaikan bangunan, tetapi perlu diikuti dengan penguatan sarana pembelajaran,” jelas Tatang.
Revitalisasi SMK Negeri 1 Sinabang menjadi bagian dari upaya pemerataan pendidikan bermutu di wilayah 3T. Perbaikan bangunan menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman, sementara pemenuhan peralatan praktik diharapkan semakin memperkuat kompetensi siswa sesuai kebutuhan dunia kerja.(ZID)






