KAI Siapkan Transformasi 2030, Perkuat Ekosistem Mobilitas Indonesia

FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan transformasi menuju 2030 dengan memperkuat ekosistem mobilitas yang terintegrasi. Langkah ini mencakup layanan penumpang, logistik, digitalisasi, aset, hingga pemanfaatan energi bersih.

Melalui Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030, KAI mengusung arah menjadi World-Class Railway Operator and Ecosystem Orchestrator. Transformasi tersebut ditujukan untuk menjawab perubahan kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung perkembangan ekonomi nasional.

Bacaan Lainnya

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peran kereta api semakin dekat dengan berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari bekerja, belajar, bertemu keluarga, menjalankan bisnis hingga berwisata.

“Kereta api memiliki peran yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Setiap hari, jutaan orang menggunakan layanan KAI untuk bekerja, belajar, bertemu keluarga, menjalankan bisnis, hingga melakukan perjalanan wisata. Transformasi KAI diarahkan agar manfaat kereta api semakin luas dirasakan masyarakat,” ujar Anne.

Skala layanan KAI terlihat dari jumlah pelanggan yang terus meningkat. Sepanjang Januari–Juli 2026, KAI Group melayani 307.860.743 pelanggan, tumbuh 8,32 persen dibandingkan periode yang sama 2025 sebanyak 284.202.884 pelanggan.

Pertumbuhan tersebut berasal dari sejumlah layanan. KAI Commuter melayani 242.932.764 pelanggan atau meningkat 6,65 persen. Sementara layanan KA Jarak Jauh dan Lokal KAI mencapai 35.257.646 pelanggan, tumbuh 7,63 persen. Adapun LRT Jabodebek mencatat 19.079.347 pelanggan, naik 20,96 persen.

Selain layanan penumpang, KAI terus memperkuat angkutan barang sebagai bagian dari dukungan terhadap aktivitas ekonomi nasional. Pada Semester I 2026, volume angkutan barang KAI mencapai 32,50 juta ton, yang terdiri atas 26,53 juta ton batu bara dan 5,96 juta ton nonbatu bara.

“Kereta api membantu menghubungkan pusat produksi dengan berbagai wilayah distribusi. Angkutan barang menjadi bagian penting dalam mendukung rantai pasok nasional, mulai dari sektor energi, industri, hingga kebutuhan masyarakat,” kata Anne.

Transformasi juga dilakukan melalui penguatan layanan digital. Hingga 2026, aplikasi Access by KAI telah memiliki 29,87 juta pengguna dengan Monthly Active User mencapai 8,92 juta. Pada Semester I 2026, transaksi melalui kanal digital mencapai 76,49 persen.

Di sektor keberlanjutan, KAI terus mendorong operasional yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Pada 2025, konsumsi energi KAI tercatat 10.107.302 Gigajoule (GJ), turun 15,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

KAI juga telah mengoperasikan 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 92 lokasi dengan total kapasitas mencapai 4.430,65 kWp.

Anne menegaskan, transformasi menuju 2030 menjadi bagian dari upaya KAI menghadirkan layanan transportasi rel yang semakin sesuai dengan kebutuhan masa depan.

“Transformasi KAI mencakup pengembangan sistem mobilitas yang menghubungkan manusia, ekonomi, teknologi, dan lingkungan. KAI akan terus memperkuat layanan agar kereta api semakin menjadi bagian penting dari perjalanan Indonesia,” tutup Anne.(DRI)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *