KAI Logistik Siapkan 84.200 Gerbong Angkut Pangan

FACEINDONESIA.CO.ID- PT KAI Logistik bekerja sama dengan PT Bogantara Indo Transport untuk mengembangkan pengiriman komoditas hasil bumi, pangan, ternak, dan produk pendukung menggunakan kereta api.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Layanan ini ditujukan untuk memperkuat distribusi pangan sekaligus meningkatkan konektivitas logistik antardaerah.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama KAI Logistik Yuskal Setiawan mengatakan, kerja sama mencakup pengiriman sayur, buah, komoditas pangan, hingga sapi hidup dengan rute Banyuwangi-Jakarta pulang-pergi.

“Kerja sama ini direncanakan berlangsung mulai November 2026 hingga Desember 2030, dengan rencana angkutan mencapai 84.200 gerbong datar,” ujar Yuskal dalam keterangan resminya, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, pengembangan angkutan kereta api untuk komoditas pangan merupakan bagian dari upaya menghadirkan sistem distribusi yang aman, andal dan terjadwal. Moda kereta api diharapkan dapat menghubungkan sentra produksi dengan pusat konsumsi secara lebih efektif.

Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik Aniek Dwi Deviyanti menambahkan, layanan tersebut menjadi inovasi baru karena mencakup pengangkutan hasil bumi, pangan dan ternak hidup menggunakan kereta api.

“Ini merupakan layanan baru dan menjadi yang pertama dikembangkan KAI Logistik untuk memenuhi kebutuhan pengangkutan komoditas tersebut melalui kereta api,” jelas Aniek.

Pengiriman akan menggunakan kontainer khusus yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing komoditas. Kontainer tersebut harus memenuhi standar teknis, keselamatan, kelayakan operasional, pengujian dan sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

KAI Logistik juga memastikan aspek keselamatan dan kelayakan pengiriman, termasuk memperhatikan kesejahteraan hewan selama proses pengangkutan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bogantara Indo Transport M Farid Nor Rohman menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini dapat membantu menghubungkan wilayah produksi dengan pasar secara lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kami berharap pengangkutan hewan ternak dan hasil bumi ini dapat berkembang lebih luas, termasuk ke Sumatra, Kalimantan dan wilayah lainnya,” pungkas Farid.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *