Jasindo Siap Kawal Risiko Hilirisasi Nasional

FACEINDONESIA.CO.ID- PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan risiko bagi pelaku industri guna mendukung percepatan hilirisasi nasional. Langkah ini sejalan dengan semakin berkembangnya industri pengolahan dalam negeri yang membutuhkan pengelolaan risiko secara terintegrasi.

Pemerintah baru-baru ini meluncurkan 11 proyek hilirisasi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Maluku Utara, dengan total nilai investasi sekitar Rp180 triliun. Momentum tersebut juga ditandai dengan pelepasan ekspor perdana baterai kendaraan listrik.

Bacaan Lainnya

Perkembangan ini menunjukkan bahwa hilirisasi tidak lagi sebatas mengolah bahan mentah, tetapi telah berkembang menjadi ekosistem industri yang melibatkan aset, teknologi, proses produksi, energi, dan rantai pasok yang semakin kompleks.

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan, kondisi tersebut menuntut pendekatan pengelolaan risiko yang lebih menyeluruh. Perlindungan industri, menurutnya, perlu dimulai dari pemahaman terhadap karakteristik usaha dan potensi risiko yang dapat mengganggu operasional.

“Hilirisasi menciptakan ekosistem industri baru dengan aset, proses produksi, teknologi, serta rantai pasok yang semakin kompleks. Karena itu, pengelolaan risiko perlu menjadi bagian dari perjalanan bisnis sejak awal,” ujar Brellian dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

Ia menjelaskan, risiko industri hilir tidak hanya berkaitan dengan kerusakan aset, tetapi juga mencakup gangguan mesin dan peralatan, kebakaran, ledakan, gangguan utilitas dan energi, hingga terhambatnya kegiatan operasional serta kewajiban terhadap pihak ketiga.

Karena itu, kemampuan mengidentifikasi dan menilai risiko sebelum menentukan bentuk perlindungan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis.

Asuransi Jasindo terus memperkuat kapabilitas di bidang manajemen risiko (risk management), underwriting, dan risk engineering, serta mengembangkan solusi perlindungan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap sektor industri.

“Bagi kami, pahami risikonya terlebih dulu sebelum memberikan perlindungan. Dengan begitu, solusi menjadi lebih relevan dengan kebutuhan bisnis serta dapat mendukung keberlangsungan operasional tertanggung. Ini menjadi komitmen kami sebagai Risk Management Partner,” tegasnya.

Brellian menambahkan, percepatan hilirisasi turut memperkuat keterkaitan antara investasi, industri, energi, teknologi, dan rantai pasok domestik. Dalam kondisi tersebut, perlindungan terhadap aset dan kegiatan usaha menjadi elemen penting untuk menjaga kesinambungan investasi sekaligus mendukung peningkatan kapasitas industri pengolahan nasional.

“Kami memandang hilirisasi bukan hanya sebagai pertumbuhan investasi, tetapi juga sebagai terbentuknya kapasitas industri. Asuransi Jasindo ingin turut mendukung pertumbuhan tersebut melalui pemahaman dan pengelolaan risiko yang kuat,” pungkas Brellian.

Melalui penguatan manajemen risiko dan solusi perlindungan yang terintegrasi, Asuransi Jasindo berharap dapat menjadi mitra strategis bagi pelaku industri dalam menghadapi tantangan risiko sekaligus mendukung keberlanjutan hilirisasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.(SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *