FACEINDONESIA.CO.ID- PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh melalui perbaikan jalan dan drainase, pemulihan akses air minum, pembangunan hunian sementara, hingga rehabilitasi rumah ibadah. Sejumlah proyek yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota menunjukkan progres pengerjaan yang terus berjalan.
Corporate Secretary Waskita Karya, Steven Subiantoro, mengatakan perusahaan mengerjakan proyek penanganan kawasan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, serta Kota Langsa.
Pekerjaan tersebut mencakup pembersihan drainase sepanjang 61.401 meter, pembersihan pekarangan 237 rumah, serta pembangunan permanen drainase sepanjang 50.817 meter dan jalan sepanjang 20.023 meter. Secara keseluruhan, progres pekerjaan mendekati 70 persen, sedangkan penanganan di Kota Langsa telah mencapai 71,38 persen.
Menurut Steven, upaya tersebut dilakukan untuk memulihkan lingkungan dan infrastruktur yang terdampak banjir serta longsor pada November tahun sebelumnya. Pekerjaan di lapangan meliputi pembangunan saluran air, dinding penahan tanah, hingga pengaspalan jalan.
Selain itu, Waskita Karya melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Meureudu di Pidie Jaya, Teupin Mane di Bireuen, serta Lampahan di Bener Meriah. Proyek ini bertujuan mengembalikan akses air bersih bagi masyarakat terdampak bencana.
Waskita juga menangani rehabilitasi dan rekonstruksi prasarana peribadatan melalui proyek Penanganan Keadaan Darurat Pascabencana Prasarana Peribadatan di Provinsi Aceh 1. Proyek tersebut mencakup 137 lokasi yang tersebar di 11 kabupaten dan kota, dengan progres mencapai 47,1 persen. Penyelesaiannya ditargetkan pada akhir Desember 2026.
Steven menjelaskan, pemulihan rumah ibadah menjadi perhatian karena fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Perbaikan dilakukan agar bangunan dapat kembali digunakan secara aman dan layak.
Sebelumnya, Waskita Karya telah menyelesaikan pembangunan lebih dari 500 unit hunian sementara (huntara) modular di Aceh Utara, Kabupaten Bener Meriah, dan Kota Subulussalam. Perusahaan juga merampungkan pembangunan puskesmas darurat di Aceh Tenggara.
Setiap blok huntara dilengkapi fasilitas pendukung, seperti gedung serbaguna, toilet, area cuci, dapur, dan musala untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan.
Waskita Karya menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah dalam pemulihan pascabencana di Aceh. Melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur serta fasilitas sosial, perusahaan berharap aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman.(SAN)






