IFG dan Berdaya Bareng Dorong UMKM Perempuan dan Disabilitas Naik Kelas

FACEINDONESIA.CO.ID- Indonesia Financial Group (IFG) berkolaborasi dengan Berdaya Bareng melalui program KolaborAKSI: UMKM Naik Kelas, Semua Berdaya untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya perempuan dan penyandang disabilitas.

Program ini tidak hanya menghadirkan pelatihan bisnis, tetapi juga pendampingan dan kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan usaha sesuai kebutuhan masing-masing.

Bacaan Lainnya

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, mengatakan KolaborAKSI merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membuka kesempatan yang lebih luas bagi pelaku UMKM, termasuk penyandang disabilitas, untuk meningkatkan daya saing usaha.

“Pembelajaran pemasaran digital membantu peserta mengomunikasikan keunggulan produk, membangun kepercayaan pelanggan, dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Denny di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Menurutnya, program tersebut juga sejalan dengan Asta Cita ke-3, khususnya dalam mendorong kewirausahaan serta memperkuat peran IFG sebagai agen pembangunan nasional.

Sementara itu, Co-Founder Berdaya Bareng, Fany Efrita, menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya melalui pelatihan. Para pelaku usaha juga membutuhkan ruang untuk menunjukkan kemampuan serta memperoleh akses terhadap peluang pasar secara setara.

Melalui KolaborAKSI, Berdaya Bareng ingin memastikan perempuan dan penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan mengembangkan potensi bisnis.

“Kami berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi peserta untuk terus bertumbuh dan membangun usaha yang berkelanjutan,” kata Fany.

Program KolaborAKSI telah berlangsung sejak 19 Agustus 2026 dengan melibatkan pelaku UMKM dari wilayah penunjang DKI Jakarta. Puncak rangkaian kegiatan ditandai dengan inaugurasi program lanjutan pada 5 November 2026 di Jakarta.

Sejumlah kegiatan digelar dalam kesempatan tersebut, mulai dari seminar pemasaran digital, mini showcase produk UMKM, hingga final pitching proposal bisnis. Rangkaian agenda ini dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga dapat memperkenalkan produk dan membangun jejaring pemasaran.

Salah satu materi yang diberikan melalui seminar bertajuk “Dari Produk Jadi Konten: Cara UMKM Menarik Pelanggan Lewat Media Sosial”. Dalam seminar tersebut, peserta belajar memanfaatkan informasi produk, proses produksi, hingga pengalaman pelanggan sebagai bahan konten pemasaran untuk membangun kepercayaan dan menarik calon pembeli.

Melalui studi kasus dan praktik langsung, peserta juga mendapatkan pengalaman membuat konten promosi dengan memanfaatkan produk serta sumber daya yang dimiliki. Kegiatan ini turut melibatkan IFG Disability Community, komunitas yang menaungi karyawan penyandang disabilitas di lingkungan IFG.

Selain pelatihan pemasaran digital, peserta memperoleh kesempatan mempresentasikan rencana pengembangan bisnis melalui final pitching proposal.

Sebelumnya, sebanyak 13 pelaku UMKM telah mengikuti praktik pitching pada September 2026. Peserta tersebut terdiri dari 11 usaha makanan dan minuman, satu usaha kriya, serta satu usaha jasa.

Dari proses seleksi tersebut, sebanyak 12 peserta terpilih untuk mengikuti tahap final pitching. Selanjutnya, tujuh peserta akan mendapatkan bantuan modal usaha dalam bentuk barang yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bisnis.

Kolaborasi IFG dan Berdaya Bareng diharapkan mampu membantu pelaku UMKM menerapkan pengetahuan yang diperoleh, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan kemandirian usaha.

Melalui program ini, pengembangan UMKM tidak hanya diarahkan pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga menjadi upaya mendorong terciptanya kesempatan ekonomi yang lebih inklusif, sehingga perempuan dan penyandang disabilitas memiliki peluang yang setara untuk berkembang dan naik kelas.(SAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *