FACEINDONWSIA.CO.ID-Great Eastern Life Indonesia memperluas pilihan perlindungan jiwa dan diversifikasi investasi melalui produk GREAT Investlink Protection. Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) ini menawarkan pilihan mata uang Rupiah, dolar Amerika Serikat (USD), dan dolar Singapura (SGD) untuk mendukung perencanaan keuangan jangka panjang nasabah.
Pengembangan produk ini sejalan dengan pertumbuhan industri asuransi jiwa. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pendapatan premi produk PAYDI atau unit link pada Semester I 2026 tumbuh 10,3 persen menjadi Rp35,73 triliun.
Presiden Direktur Great Eastern Life Indonesia, Nina Ong, mengatakan kebutuhan finansial nasabah terus berkembang. Karena itu, pengelolaan aset perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu, serta profil risiko masing-masing.
“Melalui GREAT Investlink Protection, kami menghadirkan fleksibilitas yang lebih luas melalui pilihan strategi investasi, Dana Investasi, dan mata uang, dengan tetap menghadirkan perlindungan jiwa sebagai bagian penting dari perencanaan keuangan jangka panjang,” ujar Nina.
Produk yang dipasarkan melalui jalur bancassurance di OCBC dengan pembayaran premi tunggal ini pertama kali diluncurkan pada Maret 2023. Pilihan USD ditambahkan pada Desember 2025, disusul SGD pada Mei 2026. Menurut perusahaan, produk ini menjadi PAYDI pertama di pasar Indonesia yang menawarkan pilihan mata uang SGD.
Hingga Agustus 2026, GREAT Investlink Protection menyumbang lebih dari 50 persen produksi bancassurance Great Eastern Life Indonesia secara year-to-date.
Vonny Wibowo, Wealth Management and Funding Product OCBC, mengatakan produk tersebut memberikan keleluasaan bagi nasabah untuk mendiversifikasi investasi, termasuk melalui mata uang asing.
Meski menawarkan fleksibilitas, nilai investasi PAYDI dapat naik atau turun mengikuti kinerja dana yang dipilih. Nasabah disarankan memahami manfaat, risiko, dan ketentuan polis sebelum membeli produk.






