FACEINDONESIA.CO.ID- Grab Indonesia menghadirkan GrabAcademy sebagai wadah pembelajaran dan pengembangan keterampilan bagi mitra pengemudi dan merchant. Program ini membuka peluang bagi para mitra untuk mengembangkan profesi, merintis usaha, menjadi kreator, instruktur, hingga melanjutkan pendidikan.
GrabAcademy diluncurkan di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (11/8/2026), dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, program tersebut dirancang untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada mitra agar dapat terus berkembang sesuai minat dan kebutuhannya.
Menurutnya, naik kelas tidak selalu berarti meninggalkan profesi sebagai pengemudi. Mitra dapat meningkatkan kemampuan sekaligus memperluas peluang di dalam ekosistem Grab.
GrabAcademy menyediakan sejumlah jalur pengembangan, antara lain Mitra Melaju untuk pengemudi GrabBike yang ingin beralih ke GrabCar, Mitra Pengusaha bagi yang ingin merintis bisnis kuliner, serta Mitra Kreator untuk mengembangkan kemampuan membuat konten dan peluang monetisasi.
Ada pula jalur Mitra Instruktur yang memberikan kesempatan bagi pengemudi berpengalaman untuk berbagi pengetahuan dengan mitra lainnya. Sementara melalui Beasiswa Mitra, Grab membuka akses pendidikan tinggi bagi mitra dan anak mitra.
Hingga 13 Juli 2026, sebanyak 6.598 mitra pengemudi telah beralih dari roda dua ke roda empat. Sepanjang 2026, sebanyak 19.368 mitra pengemudi juga telah bertransisi menjadi mitra merchant.
Untuk jalur kreator, sekitar 14.721 mitra telah menyelesaikan modul pelatihan dan lebih dari 200 mitra terpilih mengikuti workshop. Sedangkan jalur instruktur telah menarik minat lebih dari 1.100 pengemudi, dengan sekitar 183 orang menyelesaikan modul dan pelatihan.
Di sisi pendidikan, sebanyak 4.732 mitra dan anak mitra telah mendapat akses pendidikan melalui program Beasiswa Mitra. Sejak 2022, GrabScholar juga telah menjangkau lebih dari 5.700 penerima manfaat dengan total bantuan pendidikan mencapai Rp25,8 miliar.
GrabAcademy juga memberikan pelatihan bagi mitra merchant, mulai dari pengelolaan toko, menu dan pesanan, promosi, periklanan, keuangan, media sosial, hingga pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Sepanjang 2025, GrabAcademy telah diakses lebih dari 1,15 juta mitra pengemudi. Lebih dari 204.000 di antaranya menyelesaikan seluruh modul wajib. Untuk merchant, kelas daring reguler menjangkau sekitar 14.000 mitra sepanjang tahun tersebut.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman mengapresiasi program tersebut. Ia menilai peningkatan kapasitas tidak harus dimaknai sebagai keharusan meninggalkan profesi yang sedang dijalani.
GrabAcademy menjadi bagian dari komitmen Grab untuk Indonesia senilai lebih dari Rp100 miliar yang diumumkan pada awal 2026. Program ini melanjutkan berbagai upaya Grab dalam memberikan perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan serta kemampuan para mitranya.(DEN)






