FACEINDONESIA.CO.ID- Pemerintah terus memperkuat kualitas pendidikan melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran. Di Jawa Timur, pada 2026, program revitalisasi menyasar 248 SMA, 307 SMK, dan 121 SLB, termasuk satuan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, kedua program tersebut merupakan prioritas pemerintah yang diamanatkan Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti dalam kegiatan Penguatan Implementasi Program Prioritas dan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Jawa Timur, Surabaya, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, penguatan pendidikan dilakukan melalui empat fondasi, yakni infrastruktur fisik melalui revitalisasi dan digitalisasi, infrastruktur pedagogis melalui peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, infrastruktur budaya melalui penguatan pendidikan karakter, serta infrastruktur regulasi yang mendukung pendidikan bermutu.
Untuk memperbaiki sarana belajar, pemerintah menargetkan perbaikan secara bertahap pada seluruh sekolah yang mengalami kerusakan sedang dan berat. Pada 2025, sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi. Sementara pada 2026, pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 satuan pendidikan melalui tambahan anggaran dan APBN.
Pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara swakelola. Menurut Abdul Mu’ti, mekanisme tersebut dinilai lebih mudah dan efisien karena dikelola langsung serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Pelaksanaannya juga melibatkan masyarakat setempat sehingga turut menggerakkan perekonomian di sekitar sekolah.
Pada 2026, prioritas revitalisasi diberikan kepada satuan pendidikan yang terdampak bencana, berada di wilayah 3T, serta mengalami kerusakan berat. Abdul Mu’ti mengajak seluruh pihak mengawal program tersebut agar tepat sasaran.
“Saya ingin mengajak semua kita untuk mendukung program ini. Jangan ada yang mengganggu program ini untuk kepentingan pribadi,” tegas Abdul Mu’ti.
Selain revitalisasi, Kemendikdasmen juga memperkuat Digitalisasi Pembelajaran melalui penyediaan Interactive Flat Panel (IFP), pelatihan guru, bantuan laptop, serta materi pembelajaran. Penyediaan IFP akan terus diperluas sehingga pada 2026 setiap satuan pendidikan ditargetkan memperoleh tiga perangkat.
Program tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi sekaligus membuat proses pembelajaran lebih menarik dan bermakna.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Timur, khususnya melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh keluarga besar pendidikan di Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Menteri, dan seluruh jajarannya,” kata Aries.
Aries menegaskan, revitalisasi bukan sekadar memperbaiki gedung sekolah. Program tersebut juga harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan mendorong peningkatan kualitas pembelajaran.
“Bagi kami, revitalisasi bukan hanya soal memperbaiki gedung atau tembok. Revitalisasi harus menghidupkan kembali semangat sekolah. Gedung boleh baru, tetapi yang jauh lebih penting bagaimana di dalam gedung ini lahir pembelajaran yang lebih baik,” pungkas Aries.(ZID)






