FACEINDONESIA.CO.ID – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Majalah Sawit Indonesia mendorong generasi muda atau Gen Z menjadi wirausaha UMKM berbasis sawit melalui Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit bertema “Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood” di AKPY-Stiper, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY) Dr Purwadi mengatakan Indonesia masih menjadi pemain utama industri sawit dunia, baik dari sisi produksi, ekspor, maupun konsumsi. Karena itu, generasi muda dinilai memiliki peluang besar mengembangkan usaha berbasis komoditas sawit.
“Indonesia memiliki area sawit terluas di dunia, eksportir terbesar, sekaligus konsumen terbesar. Sawit menjadi komoditas unggulan Indonesia,” ujar Purwadi.
Menurutnya, sawit merupakan komoditas strategis karena memiliki ratusan produk turunan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Meski luas lahan sawit global hanya sekitar 6 persen dari total tanaman penghasil minyak nabati dunia, produktivitas dan ragam turunannya membuat sawit lebih unggul dibanding minyak nabati lain.
Purwadi juga mengajak generasi muda memanfaatkan peluang bisnis di sektor sawit, terutama pengembangan produk UMKM berbasis oleofood dan kerajinan turunan sawit.
Ketua Pelaksana Workshop Qayuum Amri menjelaskan kegiatan tersebut digelar melalui kolaborasi Majalah Sawit Indonesia, BPDP, GAPKI, dan AKPY-STIPER. Workshop dirancang untuk memperkenalkan potensi usaha sawit kepada generasi muda, termasuk praktik pembuatan produk oleofood berbasis sawit di INSTIPER Bakery Academy.
“Kami ingin menarik minat Gen Z agar menjadi penerus keberlanjutan sawit di masa depan,” kata Qayuum.
Selain pelatihan teknis, peserta juga mendapat materi kewirausahaan dan inspirasi dari pelaku usaha kreatif berbasis sawit. Industri sawit sendiri dinilai memiliki potensi besar karena memiliki lebih dari 170 produk turunan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha baru.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengapresiasi workshop tersebut karena dinilai mampu mendorong lahirnya pelaku usaha muda yang adaptif dan kolaboratif.
“UMKM berbasis sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan, mulai dari sektor kerajinan, oleofood, energi hingga pangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansah mengatakan BPDP membuka berbagai program untuk mendukung generasi muda terlibat dalam pengembangan industri sawit nasional, termasuk program beasiswa di 42 kampus mitra BPDP.
Helmi menambahkan, BPDP juga terus mendorong lahirnya lebih banyak pelaku UMKM berbasis sawit karena sektor tersebut memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan ekspor nonmigas.
Ia mencontohkan sejumlah inovasi produk turunan sawit yang mulai berkembang, seperti kerajinan lidi sawit hingga batik berbahan sawit. (San)





