Financial Anxiety Dorong Lipstick Effect

Dok. PT Insight Investments Management

FACEINDONESIA.CO.ID – Kenaikan biaya hidup, ketidakpastian ekonomi global, serta dinamika pasar kerja membuat financial anxiety atau kecemasan finansial semakin dirasakan masyarakat.

Kondisi ini memicu munculnya fenomena lipstick effect, yakni kebiasaan membeli produk berharga terjangkau sebagai bentuk self-reward di tengah tekanan ekonomi.

Berdasarkan Indonesia Millennial & Gen Z Report 2027, sebanyak 65,8 persen responden mengaku menahan pengeluaran karena khawatir kondisi keuangan akan memburuk. Sementara 69,1 persen menginginkan lebih banyak edukasi praktis tentang pengelolaan keuangan dibanding narasi yang hanya menyoroti risiko kemiskinan.

Direktur PT Insight Investments Management (IIM), Ria M. Warganda, mengatakan financial anxiety merupakan respons yang wajar saat menghadapi ketidakpastian ekonomi. Namun, kecemasan tersebut tidak boleh menghambat masyarakat dalam menyusun perencanaan keuangan jangka panjang.

Menurutnya, fondasi keuangan perlu dibangun melalui pengelolaan arus kas, penyediaan dana darurat, serta investasi yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.

Ria menegaskan, peningkatan literasi keuangan menjadi kunci agar masyarakat mampu mengambil keputusan investasi secara rasional.

Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi gejolak ekonomi sekaligus membangun ketahanan finansial.

Sebagai salah satu alternatif investasi berisiko relatif rendah, reksa dana pasar uang dinilai cocok bagi investor pemula maupun konservatif.

Produk Insight Money (I-Money) yang dikelola PT IIM mencatat kinerja kumulatif 92,96 persen sejak diluncurkan pada Desember 2015 hingga Juni 2026, melampaui pertumbuhan Infovesta Money Market Fund Index.

Melalui platform digital InvestasiIN, masyarakat juga dapat berinvestasi, memantau portofolio secara real-time, sekaligus memilih program sosial yang didukung dari investasi mereka.

Dengan begitu, investasi tidak hanya bertujuan memperoleh imbal hasil, tetapi juga memperkuat ketahanan keuangan jangka panjang.(BRA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *