PGE Genjot Panas Bumi, Target 1 GW pada 2028

Dok.PT Pertamina Geothermal Energy Tbk

FACEINDONESIA.CO.ID – PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) mempercepat pengembangan energi panas bumi melalui inovasi, kolaborasi, dan diversifikasi pemanfaatan energi. Langkah ini dilakukan untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih.

Komitmen tersebut disampaikan dalam The 5th ITB International Geothermal Workshop (IIGW) 2026 di Bandung.

Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho mengatakan, momentum 100 tahun panas bumi Indonesia menjadi landasan untuk memperkuat pengembangan energi rendah karbon.

Menurut Andi, PGE tidak hanya fokus pada pembangkit listrik, tetapi juga memperluas pemanfaatan panas bumi untuk sektor industri, pertanian, hingga pengembangan green hydrogen.

Indonesia sendiri memiliki potensi panas bumi sekitar 24 gigawatt (GW), terbesar kedua di dunia. Potensi ini dinilai mampu menjadi penopang ketahanan energi karena menghasilkan listrik bersih selama 24 jam.

Selain mengembangkan bisnis, PGE juga terus mempercepat transformasi digital melalui digitalisasi dan pengujian sumur panas bumi guna meningkatkan efisiensi operasional serta akurasi data.

Dalam IIGW 2026, PGE meraih dua penghargaan, yakni Ganesha Geothermal Award for Outstanding Funding dan Ganesha Geothermal Award for Long-Term Commitment, atas kontribusinya dalam riset, pendidikan, dan pengembangan industri panas bumi.

Di bidang keberlanjutan, PGE mencatat ESG Risk Rating 7,1 versi Sustainalytics dan masuk dalam daftar Top 50 Global ESG Companies 2025. Perseroan juga berhasil menghindari emisi sekitar 4,29 juta ton CO₂e dibanding pembangkit listrik non-EBT.

Sebagai strategi jangka panjang, PGE menargetkan kapasitas terpasang yang dikelola mandiri mencapai 1 GW pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034 guna memperkuat ketahanan serta swasembada energi nasional.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *