FACEINDONESIA.CO.ID-Indeks dolar AS melemah pada perdagangan Rabu (26/11/25) seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada Desember. Sentimen dovish semakin kuat setelah data ekonomi AS yang tertunda menunjukkan pelemahan konsumsi dan tekanan inflasi yang mulai mereda.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa prospek pemangkasan suku bunga menjadi faktor utama melemahnya dolar, ditambah ketegangan geopolitik akibat mandeknya perundingan damai Rusia–Ukraina.
“Ekspektasi penurunan suku bunga semakin tinggi. Kondisi geopolitik yang belum stabil turut menekan dolar,” ujarnya.
Pada penutupan perdagangan, rupiah ditutup melemah 7 poin ke level Rp16.664 per dolar AS. Untuk perdagangan besok, rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp16.660 – Rp16.700.(SAN).





