BSI Siapkan QRIS Byond untuk Transaksi di China

Dok.BSI

FACEINDONESIA.CO.ID – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memperluas layanan digital internasional dengan menghadirkan fitur QRIS lintas negara melalui aplikasi Byond by BSI yang kini dapat digunakan untuk transaksi di China. Layanan ini melengkapi negara lain yang sudah terhubung, seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, Thailand, dan Malaysia.

Direktur Information Technology BSI, Muharto Hadi Suprapto mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen BSI memperkuat peran sebagai bank syariah berkelas global. Kehadiran layanan ini juga mendukung kerja sama Bank Indonesia (BI) dan People’s Bank of China (PBOC) dalam pengembangan QRIS antarnegara.

Bacaan Lainnya

“BSI siap mendukung implementasi QRIS lintas batas Indonesia-China yang baru diluncurkan,” ujar Muharto dalam keterangannya, Jumat (8/5).

Layanan QRIS lintas negara Indonesia-China resmi diluncurkan BI pada 30 April 2026. Melalui kerja sama tersebut, masyarakat Indonesia dapat bertransaksi di China menggunakan QRIS, sementara wisatawan asal China juga bisa bertransaksi di Indonesia dengan sistem serupa.

Muharto menegaskan, transformasi digital menjadi salah satu faktor utama pertumbuhan nasabah BSI yang kini mencapai lebih dari 23 juta. Sementara pengguna mobile banking Byond by BSI telah menembus 9,8 juta user dalam setahun terakhir.

Menurutnya, fitur QRIS menjadi salah satu layanan favorit masyarakat karena menawarkan transaksi praktis dan efisien. Hingga Maret 2026, terdapat lebih dari 600 ribu merchant yang telah menggunakan QRIS BSI, mulai dari sektor kuliner, fesyen, rumah sakit hingga supermarket.
Untuk transaksi QRIS antarnegara, nilai transaksi tercatat mencapai sekitar Rp3,4 miliar per bulan.

Melalui fitur ini, pengguna Byond by BSI dapat melakukan pembayaran di merchant berlogo UnionPay dan Alipay di China tanpa perlu menukar uang tunai valuta asing.

Ke depan, BSI berkomitmen terus memperluas jaringan layanan domestik maupun internasional guna menjangkau lebih banyak masyarakat dan memperkuat layanan digital syariah. (San)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *