FACEINDONESIA.CO.ID – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Plaza BPJamsostek terus memperkuat literasi jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat. Kali ini, sosialisasi digelar di Kelurahan Setia Budi, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, dengan melibatkan pengurus RT dan RW sebagai mitra penyebarluasan informasi.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Plaza BPJamsostek, Ramdani, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pekerja formal, pekerja informal, dan pekerja mandiri, mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Menurutnya, masih banyak pekerja yang belum memahami risiko kerja maupun manfaat program BPJS Ketenagakerjaan.
“Fokus kami adalah memperluas edukasi jaminan sosial. Masih banyak pekerja rentan yang belum mengetahui hak perlindungan yang mereka miliki,” ujar Ramdani di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, pembentukan Sistem Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (PERISAI) di tingkat RT dan RW menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai manfaat program BPJS Ketenagakerjaan, mulai dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), hingga Jaminan Hari Tua (JHT).
Menurut Ramdani, pengurus RT dan RW memiliki peran strategis karena menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat. Melalui mereka, informasi diharapkan lebih mudah dipahami dan menjangkau lebih banyak pekerja.
Upaya tersebut mendapat dukungan dari Lurah Setia Budi, Ach Nurhasan. Ia mengapresiasi inisiatif BPJS Ketenagakerjaan yang menghadirkan edukasi langsung melalui aparatur kewilayahan.
“RT dan RW mengenal kondisi warganya dengan baik. Dengan pemahaman yang memadai, mereka dapat menyampaikan informasi jaminan sosial secara utuh dan tepat sasaran, terutama kepada pelaku UMKM dan pekerja informal,” katanya.
Melalui kolaborasi ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial terus meningkat.
Program serupa juga diharapkan dapat diterapkan di berbagai wilayah DKI Jakarta agar semakin banyak pekerja terlindungi dari risiko sosial dan ekonomi.(BRA)





