FACEINDONESIA.CO.ID – Hasil refleksi menunjukkan masih ada sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian jajaran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan di 2026.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Farah Adibah, menyebut terjadi penurunan pada Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR), unmet need meningkat, dan kebutuhan ber-KB pascapersalinan belum terpenuhi. “Tiga hal ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ujarnya pada pertemuan Refleksi Program Bangga Kencana Tahun 2025, pada akhir Desember, di Banjarmasin.
Meski demikian, Farah Adibah mengatakan ada perbaikan kinerja internal sepanjang tahun 2025, khususnya dari aspek kedisiplinan pegawai. “Dibandingkan tahun 2024, tahun 2025 ini alhamdulillah terjadi peningkatan signifikan, termasuk kedisiplinan pegawai yang jauh lebih baik,” tambahnya.
Sebagai upaya efisiensi dan keberlanjutan program, Farah Adibah mendorong pentingnya optimalisasi penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang di tahun 2026. “Penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang seperti IUD jauh lebih efisien dan aman,” tegasnya. (San)





