Pemulihan Pascabanjir Sumatera, Kemendukbangga/BKKBN Beri Bantuan Trauma Healing dan Layanan KB di Pengungsian

Edukasi kepada 3B di posko tanggap darurat di Bener Meriah, Aceh (29/12/2025)

FACEINDONESIA.CO.ID – Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN terus memperkuat penanganan dan pemulihan pasca bencana banjir di wilayah Sumatera. Fokus utama penanganan diarahkan pada perlindungan keluarga, khususnya kelompok rentan agar tetap aman dan terlindungi di tengah situasi krisis.

Salah satu langkah prioritas yang dilakukan adalah pemberian bantuan psikososial berupa trauma healing bagi masyarakat terdampak. “Dalam pelaksanaannya, kami mengerahkan para penyuluh KB, remaja GenRqe (Generasi Berencana), serta bekerja sama dengan para psikolog,” ujar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji S.Ag, M.Pd, di salah satu TV Nasional di Jakarta, Kamis (22/01/2026).

Bacaan Lainnya

Pelaksanaan trauma healing dilakukan di posko pengungsian melalui sesi edukasi, pendampingan, dan penguatan mental. Melalui GenRe, hingga saat ini, layanan trauma healing telah menjangkau 1.686 remaja, meliputi Aceh 500 orang, Sumatera Utara 722 orang, dan Sumatera Barat 464 orang.

Menteri Wihaji menyebut, selain layanan psikososial, Kemendukbangga/BKKBN juga menghadirkan layanan Keluarga Berencana (KB) di wilayah sekitar posko pengungsian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan akses pelayanan kontrasepsi bagi para Pasangan Usia Subur (PUS) terdampak di wilayah bencana. Hal ini dilakukan mengingat peran Kemendukbangga/BKKBN sebagai anggota subklaster Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) Kesehatan Reproduksi pada situasi krisis kesehatan akibat bencana dimana bertanggung jawab terhadap pencegahan terjadinya Kehamilan yang Tidak Diinginkan.

Selain itu, sebagai bagian dari perlindungan keluarga terdampak bencana, intervensi gizi spesifik melalui Makan Bergizi Gratis untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non-PAUD (MBG 3B) tetap dilaksanakan untuk menjaga kesehatan ibu dan anak. Meski akses Tim Pendamping Keluarga (TPK) terkendala akibat kerusakan jalan, layanan MBG 3B tetap berjalan dengan penyesuaian di lapangan.

Melalui kehadiran langsung petugas di lapangan hingga ke hunian sementara, intervensi Kemendukbangga/BKKBN terus memberikan dampak positif bagi masyarakat terdampak bencana. “Prinsip kami jelas, negara harus hadir dan memberi dampak positif bagi masyarakat terdampak,” pungkasnya. (Zid)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *