FACEINDONESIA.CO.ID – Bank Jakarta memperkuat dukungannya terhadap transformasi Jakarta menuju kota global melalui pembiayaan perumahan bagi pekerja sektor informal, elektrifikasi armada Transjakarta, hingga pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas. Langkah ini diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak sekaligus meningkatkan konektivitas dan kualitas transportasi publik.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman, perjanjian kerja sama, dan perjanjian kredit yang difasilitasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/10/2026).
Kerja sama ini melibatkan badan usaha milik daerah (BUMD), badan usaha milik negara (BUMN), serta perangkat daerah sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan Jakarta menjadi kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, target menjadikan Jakarta masuk dalam jajaran 50 kota global teratas pada 2030 membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Upaya tersebut mencakup penguatan infrastruktur dan konektivitas, pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, pemanfaatan energi terbarukan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Menurut Pramono, pembangunan Jakarta tidak dapat dilakukan secara terpisah. Sinergi seluruh elemen kota diperlukan agar berbagai program pembangunan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa BUMD memiliki peran strategis sebagai Special Mission Vehicle (SMV), yakni tidak hanya menjalankan kegiatan bisnis, tetapi juga mendukung pelayanan publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itu, setiap kesepakatan kerja sama harus diikuti program konkret, target yang terukur, serta penerapan tata kelola yang baik. Keberhasilan kolaborasi, kata Pramono, harus dinilai dari manfaat yang dirasakan langsung oleh warga Jakarta.
Kepala Badan Pembinaan BUMD (BPBUMD) Provinsi DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta memfasilitasi penandatanganan 15 kerja sama strategis. Kolaborasi tersebut mencakup sektor kesehatan, pembiayaan perumahan, pendidikan dan ketenagakerjaan, infrastruktur digital, energi rendah karbon, pengembangan kawasan, hingga transportasi publik.
Perluas Akses Pembiayaan Perumahan
Di sektor perumahan, Bank Jakarta bersama Jamkrida Jakarta menjalin kerja sama dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta untuk mendukung akses Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) bagi pekerja sektor informal.
Kerja sama ini ditujukan untuk memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pembiayaan rumah, terutama bagi pekerja yang membutuhkan dukungan akses terhadap fasilitas kepemilikan hunian.
Syaefuloh berharap kolaborasi tersebut dapat mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap pembiayaan perumahan.
Dukung Elektrifikasi Transjakarta
Selain sektor perumahan, Bank Jakarta turut mendukung pengembangan transportasi publik yang modern dan ramah lingkungan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan PT Transportasi Jakarta terkait pembiayaan elektrifikasi armada operator Transjakarta.
Elektrifikasi armada diharapkan menjadi bagian dari upaya mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan. Langkah ini juga ditujukan untuk memperkuat layanan mobilitas masyarakat di Ibu Kota.
Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas
Bank Jakarta juga menandatangani perjanjian kredit dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk mendukung pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas.
Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan kenyamanan pejalan kaki sekaligus memperkuat integrasi antarmoda transportasi di kawasan Dukuh Atas, yang menjadi salah satu simpul mobilitas penting di Jakarta.
Melalui fasilitas penghubung pejalan kaki yang lebih baik, akses masyarakat menuju berbagai moda transportasi publik diharapkan semakin mudah dan efisien.
Syaefuloh menegaskan, sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem perkotaan yang modern, tangguh, dan mandiri. Kolaborasi antara BUMD, BUMN, dan perangkat daerah juga diharapkan memperkuat kinerja perusahaan daerah, mendorong inovasi, serta meningkatkan efisiensi pelayanan publik.
Berbagai kerja sama tersebut menjadi bagian dari langkah Pemprov DKI Jakarta untuk mempercepat transformasi Ibu Kota menuju kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan pada 2030.(ZID)






