FACEINDONESIA.CO.ID- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bergerak cepat membantu penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). ASDP bersama pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan memastikan bantuan kemanusiaan dapat segera menjangkau masyarakat terdampak.
Melalui konektivitas penyeberangan, ASDP menyiapkan KMP Ile Labalekan untuk mengangkut bantuan logistik dari Pelabuhan Bolok, Kupang, menuju Ende. Kapal dijadwalkan berangkat pada Minggu (16/8/2026) pukul 21.00 WITA, setelah logistik diperkirakan tiba di Pelabuhan Bolok sekitar pukul 19.00 WITA.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, konektivitas antarpulau sangat penting dalam kondisi tanggap darurat, terutama untuk mempercepat mobilisasi bantuan dan kebutuhan masyarakat.
“ASDP siap mengambil peran melalui konektivitas penyeberangan agar bantuan kemanusiaan segera bergerak menuju wilayah yang membutuhkan. Kami ingin memastikan jalur transportasi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pemerintah dan masyarakat dalam penanganan serta pemulihan,” ujar Heru, Minggu (16/8/2026).
Bantuan logistik tersebut berasal dari berbagai unsur pemerintah dan stakeholder. Rinciannya terdiri dari lima truk sedang dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah V, delapan kendaraan pikap dari Telkom, Indosat dan BPBD, dua ambulans dari Polda, serta dua mobil dari BPTD.
Total terdapat 17 kendaraan yang membawa bantuan. ASDP juga membuka kesempatan bagi masyarakat, komunitas dan instansi yang ingin ikut membantu.
Bantuan berupa barang atau logistik, bukan kendaraan, dapat diserahkan di Pelabuhan Bolok. Kebutuhan yang dapat dikirim antara lain makanan, air minum, obat-obatan dan perlengkapan medis, pakaian, selimut, perlengkapan tidur, tenda, popok dan kebutuhan bayi serta kebutuhan darurat lainnya.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menegaskan, dukungan tersebut merupakan bentuk gotong royong untuk memperkuat penanganan bencana dan mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menguatkan upaya kemanusiaan ini. ASDP mendukung dari sisi konektivitas dan fasilitas penyeberangan, sementara bantuan yang terkumpul menjadi bagian dari kepedulian bersama untuk meringankan beban masyarakat terdampak,” kata Windy.
Untuk informasi jadwal keberangkatan dan koordinasi penyerahan bantuan, masyarakat dapat menghubungi Akbar di 0852-5220-0782.
Bantuan harus dikemas dengan baik, aman dan layak kirim. Barang mudah pecah wajib diberi penanda “Fragile”. Sementara barang berbahaya, mudah terbakar, beracun maupun barang yang dilarang sesuai ketentuan tidak dapat diterima.
KMP Ile Labalekan sendiri beroperasi rutin dua hingga tiga kali dalam seminggu.
ASDP berkomitmen terus hadir melalui armada, konektivitas, fasilitas kepelabuhanan dan sumber daya yang dimiliki untuk membantu masyarakat sekaligus mendukung percepatan pemulihan di NTT.
“Bagi ASDP, setiap perjalanan bukan sekadar memindahkan barang, tetapi juga menghubungkan kepedulian dengan masyarakat yang sedang menunggu bantuan di tengah masa sulit dan harapan,” ujar Windy.(ZID)






