FACEINDONESIA.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat volume angkutan barang non-batu bara mencapai 9,15 juta ton sepanjang Januari–September 2026. Sejalan dengan capaian tersebut, KAI mulai menguji coba layanan angkutan hasil pertanian dari Banyuwangi menuju Jakarta dengan buah naga sebagai muatan perdana.
Volume angkutan barang non-batu bara KAI tercatat sebanyak 9.148.571 ton, meningkat 2,6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 8.912.566 ton.
Angkutan tersebut mencakup berbagai komoditas, seperti semen dan klinker, peti kemas, bahan bakar minyak (BBM), hasil perkebunan, barang ritel, serta pupuk. Kini, KAI memperluas layanan untuk mengangkut hasil pertanian, pangan, dan peternakan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pengembangan layanan ini bertujuan memperluas pemanfaatan kereta api dalam mendukung distribusi barang dari daerah produksi menuju pusat konsumsi.
“Pengembangan angkutan hasil pertanian dari Banyuwangi membuka peluang pemanfaatan kereta api yang lebih luas untuk mendukung distribusi komoditas pangan antardaerah secara terjadwal dan terintegrasi,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2026).
Uji Coba Angkutan Buah Naga
Uji coba angkutan hasil pertanian tersebut dilaksanakan pada 28 September 2026. Kereta diberangkatkan dari Stasiun Argopuro, Banyuwangi, pukul 08.00 WIB dengan membawa 10 gerbong yang didominasi buah naga.
Layanan ini disiapkan untuk mengangkut hasil pertanian dan peternakan dari sentra produksi di Jawa Timur, khususnya Banyuwangi, menuju Jakarta.
Menurut Anne, uji coba dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan operasional, waktu tempuh, proses bongkar muat, fasilitas pendukung, serta pelayanan dari titik keberangkatan hingga tujuan.
Beroperasi Reguler November 2026
KAI melalui anak usahanya, KAI Logistik, merencanakan pengoperasian reguler layanan Banyuwangi–Jakarta pulang-pergi mulai November 2026. Layanan ini akan mencakup sayur, buah, pangan, sapi hidup, dan berbagai komoditas pendukung.
Pengembangan layanan direncanakan berlangsung hingga Desember 2030, dengan target angkutan mencapai 84.200 gerbong datar selama periode kerja sama.
Untuk mendukung operasional, KAI menyiapkan area muat di empat stasiun, yakni Argopuro dan Kalisetail di Banyuwangi, Rambipuji di Jember, serta Probolinggo.
Saat beroperasi penuh, setiap rangkaian direncanakan membawa hingga 20 gerbong kontainer dengan kapasitas sekitar 550 ton komoditas dalam satu perjalanan.
Selain muatan dari Banyuwangi menuju Jakarta, KAI juga menyiapkan angkutan balik berupa pakan ternak, pupuk, dedak, dan kebutuhan logistik lainnya untuk mengoptimalkan kapasitas angkut.
Anne berharap layanan ini dapat memperluas jaringan distribusi pangan nasional.
“Kereta api memiliki kapasitas angkut besar dan perjalanan yang terjadwal. Kehadiran angkutan hasil pertanian dan peternakan diharapkan semakin menghubungkan sentra produksi dengan pasar serta mendukung kelancaran rantai pasok pangan nasional,” tutup Anne.(ZID)






