FACEINDONESIA.CO.ID-Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menilai industri animasi Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat dan mampu bersaing di tingkat global. Hal ini terlihat dari karya animasi Garuda di Dadaku yang dinilai menjadi salah satu bukti kuat transformasi industri kreatif nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri acara pemutaran terbatas film Garuda di Dadaku di Plaza Indonesia, Jakarta, sebelum jadwal tayang pada 11 Juni 2026.
Menurutnya, kualitas visual, sinematografi digital, serta penggambaran adegan olahraga dalam film tersebut menunjukkan kemampuan talenta lokal yang semakin matang.
Ia menegaskan bahwa industri animasi Indonesia kini tidak lagi hanya berperan sebagai pendukung produksi luar negeri, melainkan sudah mampu berdiri sebagai produsen utama karya berbasis kekayaan intelektual (IP) yang kompetitif secara global.
Riefky optimistis keberhasilan film ini dapat menjadi dorongan bagi pertumbuhan subsektor film dan animasi di Indonesia. Ia juga berharap semakin banyak IP lokal lahir dan mampu menembus pasar internasional.
Selain itu, ia menilai Garuda di Dadaku berpotensi memberikan dampak ekonomi berantai (multiplier effect) bagi industri kreatif nasional.
Dukungan lintas kementerian dan lembaga yang hadir dalam pemutaran film tersebut juga disebut sebagai bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem perfilman dan animasi Indonesia.
Film ini melibatkan ratusan kreator dari berbagai daerah serta puluhan studio animasi, yang menjadi contoh nyata kolaborasi industri kreatif dalam negeri untuk menghasilkan karya berstandar internasional.
Pihak kreator berharap dukungan publik terhadap karya lokal terus meningkat agar industri animasi Indonesia semakin berkembang dan mampu bersaing di panggung dunia.





