FACEINDONESIA.CO.ID – Akses informasi yang cepat dan akurat adalah hak setiap warga negara. Untuk itu, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha memperkuat layanan PPID (Pejabat Pengelola Dokumentasi dan Informasi) agar informasi makin mudah diakses umat.
Penguatan ini dikemas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) PPID Pelaksana Tahun 2026 di kantor pusat Kementerian Agama, Kamis (23/4/2026). Rakor dibuka Dirjen Bimas Buddha Supriyadi. Hadir juga, Kepala Biro Humas dan Komunikas Publik selaku Ketua PPID Utama Kementerian Agama, Thobib Al-Asyhar. Rakor juga diikuti, jajaran pengelola PPID Ditjen Bimas agama lainnya, sebagai bentuk kolaborasi lintas agama dalam mewujudkan Kemenag yang transparan dan informatif.
Dirjen Bimas Buddha Supriyadi mengatakan, langkah ini menjadi komitmen nyata pihaknya dalam menghadirkan keterbukaan informasi publik yang lebih berkualitas dan mudah dijangkau oleh masyarakat luas. Rakor bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan upaya serius untuk mempertajam kemampuan tim pengelola informasi agar mampu menyajikan data yang tidak hanya akurat, tapi juga dapat dipertanggungjawabkan. Tujuannya, agar masyarakat tidak lagi menemui hambatan saat membutuhkan informasi terkait layanan keagamaan Buddha.
Menurut Supriyadi, keterbukaan informasi adalah kunci transformasi perilaku kerja di lingkungan Kemenag. Di tengah dinamika kebijakan saat ini, layanan informasi harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi agar bisa hadir langsung di genggaman umat.
“Sesuai arahan Bapak Menteri Agama, kita harus mengubah cara kerja. Layanan informasi publik bukan lagi soal formalitas, tapi soal bagaimana memberikan informasi terbaik, akurat, dan akuntabel yang mudah diakses melalui teknologi,” tegas Supriyadi di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Supriyadi juga mendorong para pengelola informasi untuk lebih proaktif dan terbuka dalam mendiskusikan kendala di lapangan. Menurutnya, kepatuhan terhadap Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik adalah landasan utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Salah satu poin penting yang disoroti adalah integrasi sistem melalui portal data terpadu. Supriyadi memimpikan sebuah ekosistem informasi di mana masyarakat tidak perlu bingung mencari data di banyak pintu. “Cukup satu portal untuk semua informasi. Ini adalah bentuk efisiensi pelayanan yang ingin kita berikan kepada umat,” tandasnya. (San)






