FACEINDONESIA.CO.ID- Shopee Indonesia memperluas peluang ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke pasar Asia Tenggara melalui Program Ekspor Shopee Flexi. Bersama perusahaan logistik nasional Anteraja dan JNE, Shopee kini memperluas jangkauan pengiriman ke empat negara tujuan, yakni Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, dan Thailand.
Sejak diluncurkan pada Juni 2025, Program Ekspor Shopee Flexi telah membantu lebih dari 5 juta produk UMKM menembus pasar internasional. Produk batik, aksesori olahraga, dan kerajinan tangan menjadi sejumlah produk yang diminati pembeli.
Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, mengatakan perluasan negara tujuan ekspor dan penguatan kapasitas penjual menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
“Perluasan destinasi ekspor di Program Ekspor Shopee Flexi diharapkan dapat memberikan fleksibilitas bagi penjual dalam menjangkau konsumen di lebih banyak negara,” ujar Balques dalam program Jalan Global Kreasi Lokal di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Menurut data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor Indonesia telah melampaui target 315 miliar dolar AS pada 2026. Sementara itu, UMKM berkontribusi sebesar 15,7 persen terhadap total ekspor nasional.
Khusus di kawasan ASEAN, nilai ekspor produk Indonesia mencapai 31,77 miliar dolar AS pada semester I-2026. Capaian tersebut menunjukkan besarnya peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar di kawasan regional.
Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Shopee juga menggelar pelatihan ekspor guna membantu penjual memahami karakteristik konsumen, menyusun strategi operasional, serta menentukan promosi yang sesuai dengan negara tujuan.
Balques menjelaskan, penguatan kemampuan ekspor UMKM bertumpu pada empat pilar utama, yaitu standardisasi dan sertifikasi produk, akses pembayaran dan logistik, fleksibilitas harga dan promosi, serta pemahaman terhadap pasar tujuan.
Dukungan logistik turut diperkuat melalui kolaborasi dengan Anteraja dan JNE. Sinergi ini diharapkan dapat membantu penjual menghadirkan layanan pengiriman yang andal, efisien, dan aman bagi konsumen internasional.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyambut baik inisiatif Shopee tersebut. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan mitra logistik berperan penting dalam memperluas akses ekspor produk lokal.
Chief Executive Officer Anteraja, Handy Widiya, menegaskan efisiensi logistik merupakan faktor penting untuk membangun kepercayaan konsumen internasional. Anteraja berkomitmen menyediakan layanan pengiriman terintegrasi guna mendukung pertumbuhan ekspor UMKM.
Sementara itu, Presiden Direktur JNE, Mohamad Feriadi Soeprapto, menyatakan dukungannya terhadap penguatan ekosistem ekspor melalui layanan pengiriman yang andal, efisien, dan aman.
Perkuat Fitur dan Kompetensi Penjual
Shopee juga menghadirkan pembaruan Dashboard Terintegrasi di Seller Centre agar penjual lebih mudah menganalisis kinerja toko di setiap negara tujuan ekspor. Selain itu, fitur Product Sync memungkinkan pembaruan informasi, deskripsi, foto, hingga harga produk secara otomatis di berbagai negara tujuan Program Ekspor Shopee Flexi.
Dalam rangkaian program Jalan Global Kreasi Lokal, Shopee bersama Anteraja dan JNE menyelenggarakan pelatihan intensif untuk meningkatkan kemampuan penjual dalam pemasaran, memahami karakteristik pasar, dan memanfaatkan fitur ekspor.
Balques menyebutkan, tiga kelas pelatihan yang digelar sepanjang Oktober 2026 telah diikuti lebih dari 1.500 penjual.
Shopee juga memilih 10 penjual terbaik untuk mengikuti program Seller Immersion bertajuk Jelajah Jalur Distribusi, Kunjungan Dagang ke Malaysia pada 2–5 November 2026. Peserta akan mempelajari tren konsumen, strategi penetapan harga, serta promosi di pasar Malaysia.
Salah satu peserta terpilih, pemilik merek CruCil Factory, Cindhera Rian Pangestika, mengungkapkan bahwa usahanya bergabung dengan Program Ekspor Shopee Flexi sejak Juli 2025 dan merasakan peningkatan penjualan di pasar Malaysia.
Menurutnya, fleksibilitas dalam menentukan harga sesuai karakteristik pasar ekspor menjadi salah satu keunggulan program tersebut.
Melalui perluasan negara tujuan, dukungan logistik, pemanfaatan teknologi, dan pelatihan berkelanjutan, Shopee berharap semakin banyak UMKM Indonesia mampu memperluas pasar, meningkatkan penjualan, dan memperkuat daya saing produk lokal di tingkat internasional.(SAN)






