Wamendikdasmen Tinjau TKA di Kabupaten Bogor

FACEINDONESIA.CO.ID- Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari kedua di SMA Negeri 2 Cileungsi dan SMK Negeri 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan aman dan lancar sekaligus menyerap masukan dari sekolah, guru, dan murid.

Dalam kunjungannya, Fajar berdialog dengan pihak sekolah mengenai persiapan teknis dan akademik, termasuk kesiapan perangkat komputer, jaringan internet, listrik cadangan, serta simulasi ujian. Pendampingan kepada murid juga dilakukan melalui pendalaman materi, latihan soal, dan bimbingan konseling untuk menjaga motivasi serta mengurangi stres menjelang ujian.

Bacaan Lainnya

Kepala SMA Negeri 2 Cileungsi, Titin Kustini, mengatakan sekolah telah melakukan berbagai persiapan agar pelaksanaan TKA berjalan optimal. Selain memberikan pendampingan belajar selama tiga minggu, sekolah juga melibatkan guru Bimbingan dan Konseling (BK) untuk membantu murid menghadapi tekanan ujian.

Sekolah turut mengajak orang tua memberikan dukungan tanpa membebani anak dengan tuntutan hasil yang berlebihan.

Dalam dialog bersama guru, Fajar menjelaskan bahwa penyusunan soal TKA melibatkan para pendidik agar sesuai dengan capaian pembelajaran dan kemampuan murid di lapangan.

Ia juga menanggapi masukan mengenai kesesuaian materi pembelajaran dengan soal ujian. Menurutnya, pendekatan pembelajaran mendalam lebih menitikberatkan pada pemahaman materi esensial daripada sekadar banyaknya materi yang dipelajari.

Dari kalangan murid, Manggala Hida Rizki, siswa kelas XII SMA Negeri 2 Cileungsi, menilai pemahaman bacaan menjadi salah satu kunci dalam mengerjakan soal Bahasa Indonesia. Ia mempersiapkan diri melalui latihan soal daring, belajar bersama guru, dan berdiskusi dengan teman.

Manggala menilai TKA bermanfaat untuk mengukur perkembangan pembelajaran murid. Ia juga menyatakan cukup setuju apabila TKA digunakan sebagai validator.

Sementara itu, Yasmin Elyzia Zakira, siswi kelas XII SMA Negeri 2 Cileungsi, mengungkapkan sebagian besar materi Bahasa Indonesia yang diujikan sesuai dengan pembelajaran di sekolah, meskipun terdapat beberapa soal yang berbeda dari latihan sebelumnya.

Peninjauan juga dilakukan di SMK Negeri 1 Cileungsi. Di sekolah tersebut, sejumlah murid SMK Negeri 2 Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengikuti TKA karena sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di wilayah tersebut.

Dalam dialog dengan para murid, Fajar menerima laporan mengenai kendala teknis, termasuk gangguan jaringan dan server yang berdampak pada pelaksanaan ujian. Para murid juga berharap jadwal ujian susulan dapat disesuaikan dengan kegiatan PKL.

Fajar mengingatkan para peserta agar tetap mengikuti TKA secara jujur dan penuh semangat. Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi kendala teknis, termasuk mempertimbangkan penyesuaian jadwal agar tidak mengganggu kegiatan praktik kerja murid.

Melalui kunjungan tersebut, Kemendikdasmen memperoleh masukan langsung mengenai kesiapan sekolah, pengalaman peserta, dan kendala pelaksanaan TKA. Evaluasi ini diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan asesmen yang lebih optimal, sekaligus memperhatikan kebutuhan murid, termasuk mereka yang sedang menjalani PKL.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *