FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) terus mendorong peningkatan nilai tambah dan daya saing produk lokal melalui pemanfaatan desain. Upaya ini diwujudkan melalui Workshop Sinergi Desain yang digelar di Tempat Kumpul Kreatif Jakarta Utara pada Rabu (7/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 50 pelaku ekonomi kreatif dari subsektor kuliner, kriya, dan fesyen. Workshop ini menjadi wadah bagi para pelaku usaha untuk memahami pentingnya desain dalam mengembangkan produk yang kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Direktur Arsitektur dan Desain Kemenekraf, Sabar Norma Megawati Panjaitan, mengatakan penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif melalui pendekatan desain menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Menurutnya, kolaborasi antara desainer, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu membuka peluang pengembangan produk sekaligus memperluas akses pasar.
Workshop Sinergi Desain merupakan bagian dari Program Flagship Aktivasi Creative Hub dalam rangkaian penguatan ekosistem Creative Hub di delapan kota. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama Kemenekraf dengan Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Design Development Center (IDDC).
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari dua narasumber. Diarrahmah Gustika Putri dari Kementerian Perdagangan membawakan materi bertajuk “Desain Menguatkan Usaha, Menggerakkan Ekspor”, sementara Baginda Wisnu Wardhana dari IDDC menjelaskan pentingnya desain dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk kreatif.
Tak hanya memperoleh materi, peserta juga mengikuti sesi bedah dan konsultasi desain kemasan secara langsung terhadap produk yang mereka bawa. Sesi ini memberikan masukan terkait pengembangan kemasan, penguatan identitas produk, serta peningkatan daya tarik produk di pasar.
Selain itu, peserta diperkenalkan dengan sejumlah layanan IDDC, yakni Designers Dispatch Service, Good Design Indonesia, dan Klinik Desain. Layanan tersebut menyediakan konsultasi desain tanpa biaya yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengembangkan kualitas produknya.
Penyelenggaraan workshop di Tempat Kumpul Kreatif Jakarta Utara juga bertujuan mengoptimalkan fungsi ruang kreatif sebagai pusat pembelajaran, konsultasi, dan penguatan jejaring pelaku ekonomi kreatif.
Pendataan peserta melalui platform Ekraf Hub turut dilakukan untuk mendukung integrasi informasi serta memantau tindak lanjut pengembangan ekosistem ekonomi kreatif.
Melalui program ini, Kemenekraf berharap pelaku usaha semakin mampu menjadikan desain sebagai bagian penting dari strategi bisnis. Dengan identitas produk yang lebih kuat dan nilai tambah yang meningkat, produk lokal diharapkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk membuka peluang ekspor.(ZID)





