FACEINDONESIA.CO.ID-PT Pertamina Patra Niaga memperkuat langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Upaya ini dilakukan menyusul meningkatnya konsumsi BBM dan kendala distribusi yang berdampak pada antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan perusahaan terus memantau kebutuhan energi masyarakat dan mengevaluasi kondisi di lapangan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Pertamina Patra Niaga terus memperkuat koordinasi dan melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Kitty dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, setiap perkembangan di lapangan menjadi bahan evaluasi untuk menjaga kelancaran distribusi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pertamina juga mengajak masyarakat menggunakan BBM sesuai peruntukannya.
Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Bondowoso dipengaruhi peningkatan konsumsi Pertalite sekitar 16 hingga 20 persen dibandingkan kondisi normal. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat serta peralihan sebagian konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.
Selain lonjakan permintaan, kepadatan lalu lintas di jalur Ketapang–Banyuwangi akibat pekerjaan perbaikan dermaga turut menjadi tantangan dalam pengiriman BBM.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga menyesuaikan pola suplai dengan memprioritaskan SPBU yang mengalami peningkatan kebutuhan. Perusahaan juga mengoptimalkan alternatif pasokan dari terminal terkait serta memastikan kesiapan dan mobilisasi armada mobil tangki.
Koordinasi dengan Integrated Terminal (IT) Tanjungwangi dan IT Surabaya turut diperkuat guna mendukung kelancaran pengiriman BBM ke Bondowoso dan wilayah sekitarnya.
Di sisi pengawasan, Pertamina Patra Niaga meningkatkan pemantauan penyaluran BBM di lembaga penyalur, termasuk penerapan QR Code sesuai ketentuan. Pengawasan juga diarahkan untuk mengantisipasi pembelian berulang yang terindikasi bertujuan menjual kembali BBM dengan harga lebih tinggi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM berjalan tertib dan tepat sasaran.
Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, serta mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi perusahaan.
Masyarakat yang membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan keluhan terkait pelayanan dan penyaluran BBM dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.(ZID)






