Kemenekraf Bawa 6 Startup TIK ke Expo Indonesia 4.0

FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) membawa enam startup binaan Direktorat Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk berpartisipasi dalam ajang Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026. Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar, memperkuat jejaring bisnis, serta meningkatkan daya saing pelaku ekonomi kreatif Indonesia.

Pameran yang berlangsung pada 13–14 Oktober 2026 di Bidakara, Jakarta, tersebut menghadirkan Paviliun Creative By Indonesia sebagai ruang promosi bagi startup terpilih. Melalui fasilitas ini, para peserta dapat memperkenalkan inovasi, menjangkau calon pelanggan, serta membuka peluang kerja sama dengan mitra bisnis potensial.

Bacaan Lainnya

Salah satu startup yang tampil dalam pameran tersebut adalah Buraq Teknologi asal Aceh. Perusahaan rintisan ini mengembangkan remote AC controller, perangkat yang memungkinkan pengelolaan pendingin udara (AC) di berbagai ruangan dalam suatu kompleks bangunan tanpa harus mendatangi setiap ruangan secara langsung.

Teknologi tersebut berpotensi diterapkan di kawasan perumahan maupun perkantoran. Namun, penggunaannya dinilai sangat relevan bagi gedung perkantoran yang membutuhkan pengelolaan AC secara lebih praktis dan efisien untuk mendukung penghematan biaya operasional.

Founder Buraq Teknologi, Firmansyah, mengapresiasi dukungan Kemenekraf dalam membuka peluang promosi bagi startup di sektor jasa TIK. Menurutnya, partisipasi dalam Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 memberikan kesempatan untuk memperkenalkan produk sekaligus memperoleh respons langsung dari pengunjung.

Ia berharap program serupa dapat terus diselenggarakan agar startup lokal memiliki lebih banyak ruang untuk memasarkan inovasi dan memperluas jangkauan bisnis.

Direktur Jasa TIK Kemenekraf, Donny Harso, mengatakan bahwa pemerintah terus mendorong pengembangan usaha di sektor jasa teknologi informasi dan komunikasi serta subsektor ekonomi kreatif lainnya melalui program unggulan Creative By Indonesia.

Menurut Donny, program tersebut dirancang untuk membantu pelaku ekonomi kreatif memperkuat bisnis, memperluas jaringan kemitraan, serta meningkatkan peluang menembus pasar nasional dan internasional.

Ia menjelaskan, startup yang ditampilkan dalam pameran telah melalui proses kurasi. Sebagian besar di antaranya juga pernah mengikuti program fasilitasi yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Dalam ajang yang mengusung tema AI-Powered Industry: Shaping the Future of Intelligent Enterprise tersebut, setiap startup memperoleh kesempatan menempati stan di Paviliun Ekonomi Kreatif. Mereka juga dapat mempresentasikan produk melalui Innovation Stage dan mengikuti sesi business matching bersama calon pembeli maupun mitra usaha.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas produk, memperluas peluang kolaborasi, serta mendorong pertumbuhan bisnis startup jasa TIK Indonesia.

Melalui partisipasi dalam pameran teknologi dan industri tersebut, Kemenekraf berupaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis inovasi digital. Dukungan promosi, fasilitasi bisnis, dan perluasan akses pasar diharapkan menjadi modal bagi startup lokal untuk berkembang secara berkelanjutan dan bersaing di pasar global.(ZID)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *