FACEINDONESIA.CO.ID- Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat pelayanan pelanggan, dan mengembangkan bisnis.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Aktivasi Creative Hub bertajuk AI for Business Development yang digelar di BNI Creative Hub, Bakauheni Harbour City, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (30/10/2026).
Direktur Kreativitas Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Dandy Yudha Feryawan, mengatakan pemanfaatan teknologi AI perlu semakin dekat dengan kebutuhan pelaku ekonomi kreatif, termasuk UMKM di berbagai daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk mengenal dan memahami bagaimana teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat dimanfaatkan secara praktis dalam mengembangkan bisnis mereka,” ujar Dandy.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai inovasi dan solusi teknologi karya perusahaan rintisan (startup) dalam negeri kepada masyarakat.
Kemenekraf berkolaborasi dengan Cekat.AI, platform bisnis berbasis AI yang mengintegrasikan layanan komunikasi, pemasaran, pengelolaan data, hingga proses bisnis dalam satu sistem.
Dalam kegiatan tersebut, Business Development Manager Cekat.AI, Ridwan Albakri, memperkenalkan sejumlah fitur yang dapat membantu pelaku UMKM menjalankan usaha secara lebih efektif.
Salah satunya adalah fitur AI Agent yang mampu menjawab pertanyaan pelanggan secara otomatis berdasarkan informasi bisnis, seperti katalog produk, daftar harga, dan layanan. Fitur ini dapat diintegrasikan dengan berbagai saluran komunikasi, termasuk WhatsApp dan Instagram.
Selain itu, tersedia fitur pengelolaan hubungan pelanggan atau Customer Relationship Management (CRM), pemasaran, kampanye komunikasi, pemrosesan pesanan, hingga otomatisasi pekerjaan sesuai kebutuhan usaha.
Teknologi tersebut dapat diterapkan pada berbagai sektor. Pelaku UMKM kuliner, misalnya, bisa memanfaatkan AI untuk menjawab pertanyaan pelanggan seputar menu, harga, dan pemesanan. Sementara pelaku usaha fesyen dan kriya dapat menggunakannya untuk meningkatkan pelayanan sekaligus menindaklanjuti transaksi penjualan.
Melalui otomatisasi tersebut, pelaku usaha diharapkan dapat mengurangi pekerjaan administratif yang berulang sehingga memiliki lebih banyak waktu untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pasar.
Kegiatan ini diikuti 75 pelaku usaha binaan Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan. Peserta berasal dari sejumlah subsektor ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, kriya, desain produk, aplikasi, fesyen, pengembangan gim, hingga fotografi.
Perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lampung Selatan, Sapta Ningsih, serta Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan, Syarifuddin, turut hadir memberikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pemanfaatan teknologi.
Kemenekraf berharap program Aktivasi Creative Hub dapat memperluas pemahaman UMKM mengenai penggunaan kecerdasan buatan sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan mitra teknologi.
Dengan semakin luasnya adopsi AI, UMKM daerah diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing bisnis dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.(SAN)






